Home / Tulang Bawang

Senin, 8 Maret 2021 - 05:07 WIB - 313 Pembaca

Petugas Monitoring BBPJN Provinsi Lampung Akui Paket Rp.197 Milyar, kegiatan Padat Karya.

Tulangbawang (Sbuai.com)

Petugas Bali Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Lampung Monitoring pekerjaan dari Kementrian PUPR akui paket Pekerjaan Preservasi jalan Pematang Panggang-sp.Bujung Tenuk (PN) tahun anggaran 2020 yang dimenangkan oleh PT.Wahana Prima Jaya dengan nilai kontrak Rp.197.190.064.500, ada kegiatan Padat Karya.

Deby salah satu Petugas Monitoring BBPJN Provinsi Lampung dari kementrian PUPR ketika di konfirmasi melalui WA mengatakan, pekerjaan di ruas jalan Pematang Panggang – SP Bujung Tenuk itu bukan kegiatan padat karya, kegiatan padat karya ada di Ruas Jalan SP Penawar – Rawa Jitu, di Situ aada pekerjaan drainase yang di lakukan dengan padat karya (5/3).

” Kalau  kegiatan di ruas jalan Pematang Panggang – SP Bujung Tenuk itu bukan termasuk kegiatan padat karya, karna itu di kontraktual kan, kegiatan yang padat karya ada di ruas jalan Simpang Penawar – Rawa Jitu ada pekerjaan drainase nya”

Kegiatan yang Padat Karya itu satu paket dengan paket pekerjaan Ruasjalan SP Penawar – Rawa Jitu, dengan nilai pagu Rp 246 Milyar, disitu ada kerjaan drainase nya, ujar Deby.

Akan tetapi ketika di jelaskan di ruas jalan Pematang Panggang – SP Bujung Tenuk juga da item pekerjaan drainase dan pemotongan rumput, apakah itu bukan termasuk pekerjaan yang Low teknologi dan dilakukan secara Padat Karya, Deby menjelaskan apa bila ada item pekerjaan pemotongan rumput dan drainase di ruas jalan Pematang Panggang – SP Bujung Tenuk, item pekerjaan itu masuk dalam kegiatan Padat Karya.

” Kalu item pekerjaan di ruas jalan Pematang Panggang – SP Bujung Tenuk ada pemotongan rumput dan pekerjaan drainase artinya itu ada kegiatan padat karya nya, karna kegiatan padat karya yang pekerjaannya merupakan pekerjaan yang Low Teknologi, karna dia merupakan satu kesatuan dari pekerjaan Perserpasi Jalan,  Ujar Deby.

Dari pantauan Wartawan dilapangan pada item pekerjaan pemasangan batu belah  untuk drainase yang dilakukan oleh pelaksana pekerjaan ditemukan adanya dugaan pengurangan volume yang dilakukan oleh pihak pekerja,  hal tersebut nampak jelas pada pasangan batu belah drainase yang telah terpasang, dari ketebalan batu belah yang telah terpasang dari ketinggian 0 sampai dengan 80 CM berbeda, pemasangan batu belah dengan ketinggian dari 0-65 cm ketebalan mencapai 10 cm, sedangkan dari ketinggian 65 – 80 cm ketebalan 20 cm.

Baca juga :  Lima Kecamatan Rawan Banjir Di Tulang Bawang Bakal Di Tanggul

Jika dilihat  pada pekerjaan tersebut sebelum  pelaksana para pekerja melakukan pemasangan batu belah atau pondasi drainase, pekerja telah melakukan pemasangan bowplank/begisting menggunakan kayu/ tali sebagai acuan tanda ukuran pemasangan batu sama agar tidak meleset, tidak melebihi atau kurang dari volume ukuran yg sudah ditentukan

Yang artinya untuk volume ukuran pada pekerjaan tersebut sudah ditentukan pada ketinggian dari bawah sampai dengan keatas batas tanah galian pemasangan batunya hanya memakai susunan satu batu belah saja, setelah itu barulah dilanjutkan dengan ketinggian 15 CM dipasang susunan batu belah dengan ketebalan tebal 20 CM.

Sedangkan dari keterangan salah satu pekerja mengatakan, untuk pekerjaan pasangan batu belah drainase ketebalannya 20 cm dan ketinggian pasangan batu belah 80 cm.

Jadi sudah sangat jelas dari keterangan para pekerja dan dari hasil pekerjaan pemasangan batu belah yang telah selesai dikerjakan sangat berbanding kebalik, seharusnya pemasangan batu belah tersebut dari atas samapai bawah ketebalannya sama 20 CM, kuat dugaan pengurangan volume pada pekerjaan pasangan batu belah drainase yang dilakukan pihak pelaksana telah merugikan keuangan Negara.

Selain itu pihak Pelaksana nampak terlihat dalam pelaksanaan pekerjaan diduga menggunakan peralatan berteknologi, pada item pekerjaan penggalian tanah, pada penggalian tanah pihak pelaksa  diduga menggunakan alat berat jenis Eksapator begitu juga pada pekerjaan pemasangan batu belah, pengadukan semen menggunakan alat concrete mixer/ mesin molen pengaduk semen, untuk pemakaian tenaga kerja manusia hanya dipakai untuk pemasangan batu belah saja, serta para tenaga kerja diambil dari luar Kabupaten Tulangbawang.

Berdasarkan dari keterangan dan informasi yang berhasil diperoleh dari para pekerja dan warga sekitar lokasi pekerjaan tersebut, menjelaskan penggalian tanah ini bukan kami yang mengerkan, kami hanya  memasang batu belah dan perapihan semen saja, sedangkan untuk mengaduk semen itu dikerjakan oleh alat mesin molen yang ada di situ, sambil menunjuk kearah mesin molen yang sedang bekerja mengaduk semen, Sujitman salah satu tenaga kerja yang merupakan Warga Kabupaten Pringsewu, (28/2).

Baca juga :  Jelang Pilkakam Serentak Polres Tuba Dan TNI Patroli Gabungan

Untuk pekerjaan galian tanah, Lanjut Sujiman, itu menggunakan alat berat Excavator, yang pasti kami datang penggaliannya sudah selesai dikerjakan, Kami hanya diminta untuk mengerjakan pemasangan batu belah dan pengacianya saja.

Para pekerja tidak ada warga Tulangbawang, semua dari Kabupaten luar, Kemarin yang bekerja dari Pringsewu 6 orang sekarang cuma  4 orang saja, 2 temannya sudah pulang ke pringsewu, jelas Sujiman.

Dilokasi yang sama Pangat yang juga salah satu pekerja di pekerjaan Preservasi drainase di Jalan Lintas Timur Tuba, menjelaskan bahwa dia merupakan warga Bandar Lampung bukanlah warga penduduk disini Ia dan teman nya hanya bekerja disini dan ngontrak di Kampung Kahuripan Jaya.

Pangat juga menjelaskan  Jumlah yang bekerja  disini berjumlah 12 orang dan rencana besok akan nambah pekerja lagi sekitar 20 orang merupakan warga luar dari kabupaten lain bukan warga lokal sini.

“saya dan teman disini hanya bekerja pasangan batu saja,Untuk pekerjaan galian drainase sudah digali pihak perusahaan” ungkap Pangat

Untuk sistem pembayaran gaji para pekerja sediri  dibayar dengan hitungan hasil pekerjaan yang terpasang pasangan batu drainase  yaitu  per hari pasangan Rp.100.000 pembayaran nya seminggu satu kali, jelas Pangat.

Dari keterangan diatas kuat dugaan pelaksanaan pekerjaan Preservasi drainase di jalan lintas Timur Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulangbawang pada tahun anggaran 2021 yang dilaksanakan BBPJN/BPJN Provinsi Lampung, yang merupakan Program padat Karya Kementerian PUPR, tidak sesuai dengan prinsip kegiatan padat karya pada Surat Edaran No 8/SE/Dd/2020 tentang Mekanisme Padat Karya Dirjen Bina Marga, yaitu Banyak menyerap tenaga kerja, baik pengangguran, setengah pengangguran atau miskin, peralatan yang dipergunakan merupakan peralatan sederhana.

Samapi berita ini diturunkan pihak Pelaksana pekerjaan baik dari pihak rekanan maupun pihak BBPJN/BPJN Provinsi Lampung belum berhasil untuk dikonfirmasi. (Mr/Joni).

Share :

Baca Juga

Tulang Bawang

Patroli Dan Razia Satpolair Polres Tuba Tidak Menemukan Pelanggaran Hukum

Tulang Bawang

Hanan A Razak Sebut Insan Pers Berperan Penting Dalam Penanganan Covid-19

Tulang Bawang

Asiste II Sidak di Pasar Tradisional di Tuba.

Tulang Bawang

Putusan MK Jadikan Alasan Bapenda Tidak Menarik PPJ Non PLN 1,5 %,

ADVETORIAL

Musrenbang RKPD Tahun 2021, Winarti Paparkan Sejumlah Capaian Pembangunan Pemkab Tulang Bawang

Tulang Bawang

Insident Pendorongan, Bagian Protokoler Meminta Maaf

Tulang Bawang

Jelang Hut Kabupaten Ke-23 Dinas Perikanan Tulang Bawang Gelar Lomba Mancing Ikan

Tulang Bawang

Tulang Bawang Kembali Raih Penghargaan Dari Kemenkum Dan HAM RI
error: IZIN DULU BOSS