Home / Lampung Tengah / NASIONAL

Jumat, 5 Maret 2021 - 16:51 WIB - 167 Pembaca

Perealisasian Anggaran Dana BOS SDN 2 Banjar Ratu Di Duga Menyimpang

Lampung Tengah – (Sbuai.com)

Penggunaan  dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SDN 2 Banjar Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah diduga diduga menyimpang. Hal itu terlihat dari tampak ‘buruk rupa’ bangunan Prasarana milik Sekolah yang mengesankan minimnya Pemeliharaan/Perawatan.

Kondisi ‘buruk rupa’ Gedung Prasarana Sekolah tersebut, seperti yang terlihat pada Bangunan kamar mandinya. Kondisi lantai terlihat mulai mengelupas, dan Warna Dinding tembok bahkan terlihat berjamur, mengesankan sangat minimnya tindakan Pemeliharaan/Perawatan pada bangunan tersebut.

Lebih parahnya kondisi pada bagian Pintu dan Atap Plafon kamar mandi tersebut justru mengesankan Bangunan yang terbengkalai dan diterlantarkan. Kayu atap terlihat mulai rapuh dan hampir tidak ada lagi plafonya, serta pintu kamar mandi sangat miris sebagai penutup. Sehingga, sangat tidak mungkin bagi Siswa/i Sekolah tersebut menggunakanya.

Sementara, dari document yang berhasil dihimpun terkait Pemeliharaan/Perawatan bangunan sekolah tersebut, diketahui adanya anggaran yang bersumber dari dana BOS senilai 5 % ataw sebesar Rp.10.000.000,- per tiap tahun anggaran. Bahkan, dengan jumlah total seluruh siswa/I saat ini sebanyak 256, akan sangat memungkinkan Pemeliharaan/Perawatan Kamar mandi tersebut dapat dilakukan selama 3 tahun anggaran kebelakang.

Baca juga :  Dua Tokoh Di Lampung Tengah Ingatkan Masyarakat Jangan Salah Pilih

Anehnya, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu terkait kondisi ‘buruk rupa’ bangunan kamar mandi milik sekolah, sementara dari dana BOS teranggarkan dan sebesar Rp.10 juta pada tahun anggaran 2020, dan selama 3 tahun anggaran berjumlah Rp.30 juta, Kepala SDN 2 Bajar Baru Supriyanto Sitorus justru mengatakan jika anggaran tersebut dialihkan guna pembayaran tunjangan/gaji Guru Honor Sekolahnya.

“Dana itu kita alihkan penggunaanya untuk bayar Tunjangan/Gaji Guru Honor Sekolah kita”, ucap Kepsek Supriyanto Sitorus.

Lebih lanjut ditanyai terkait peralisasian item lain dalam penggunaan anggaran BOS Sekolah selama masa Pandemi, Kepsek Supriyanto Sitorus mengakui tetap dilakukanya pembayaran sesuai dengan ketentuan perhitunganya. “Dana Extrakulikuler Pramuka itu kita tetap bayar selama Pandemi. Dan kita bayar kepada KUACAB sebesar Rp.150,- untuk per siswa per tiap bulanya, ataw sekitar Rp.1.800,- dalam setahun”, terang Nya.

Baca juga :  Babinsa Laksanakan Pemetaan-pemetaan Wilayah Bencana Surakarta

Dari kondisi ‘buruk rupa’ bangunan kamar mandi Sekiolah, dan keterangan Kepala Sekolah soal perealisasian dana berikut peruntukanya, menimbulkan diduga kuat adanya penyimpangan dalam belanja penggunaan dana BOS SDN 2 Banjar Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, dalam tiap tahun anggaranya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah belum dapat dikonfirmasi terkait mirisnya Bangunan pada salah satu Sekolah, berikut adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran dana BOS milik Sekolah tersebut. (Dedi)

Share :

Baca Juga

Lampung Tengah

Disdik Provinsi Lampung Gelar Rakor Di SMA N 1 Terbanggi Besar Lampung Tengah

NASIONAL

Balita Di Madiun Meninggal Setelah Berobat

NASIONAL

Kapolres Lebak Responsif Tangani Bencana Di Lebak

NASIONAL

Babinsa Laksanakan Pemetaan-pemetaan Wilayah Bencana Surakarta

Lampung Tengah

Inovasi Masa Pandemi MKKS Kabupaten Lamteng Gelar LKIR

NASIONAL

Warga Tamansari Desak Pemkot Bandung Segera Bangun Rumah Deret

NASIONAL

SMSI Raih Penghargaan Muri

NASIONAL

Pekerja Konstruksi Rangka Atab Baja Ringan Proyek Pekerjaan Bangunan Sekolah Wilayah Tubaba Diduga Pakai Baja Ringan Tak Ber Standar
error: IZIN DULU BOSS