Home / NASIONAL / Tulang Bawang Barat

Sabtu, 13 Juni 2020 - 15:06 WIB - 117 Pembaca

Pelaksanaan Padat Karya Tunai Di Tiyuh Kagungan Ratu Diduga Kangkangi Juknis Dan Juklak Pengelolaan Dana Desa Tahun 2018

Tulangbawang Barat – (Sbuai.com)

Penggunaan Anggaran Padatkarya sebesar 30% dari anggaran pembangunan inprastruktur di Tiuh Kagunan Ratu di Kecamatan Tulang Bawang Barat Kabupaten Tulangbawang Barat TA 2018 diduga kuat berlumur masalah.

Pada tahun 2018 pengelolaan dana desa dilakukan melalui pola swakelola dengan skema padat karya tunai (cash for work), hal ini dilakukan agar lebih dioptimalkan mendukung pengentasan kemiskinan, mengurangi kesenjangan layanan publik antar desa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pada kegiatan Pembangunan infrastruktur dan sarana/prasarana desa dilakukan melalui pola swakelola Pemanfaatan pembanguan dengan program swakelola dilakukan dengan memanfaatkan material lokal dan membeli dari masyarakat atau toko lokal, harus dipastikan bahwa 30% dana desa digunakan untuk upah tenaga kerja lokal, dan pekerjaan yang melibatkan masyarakat dibayarkan secara harian/mingguan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Artinya kegiatan Swakelola dengan sekemah padat karya adalah kegiatan pemberdayaan keluarga miskin, pengangguran dan keluaga dengan balita gizi buruk yang bersifat produktif berdasrkan pemanfaata sumber daya alam, tenaga kerja dan teknologi lokal dalam rangka mengurangi kemiskinan, meningkatan pendapatan dan menurunkan angka balita bergizi buruk.

Angkan tetapi maksud dan tujuan dari Pemerintah pusat terkait kegiatan Swakelola dengan sekemah padat karya diduga tidak dapat terlaksana dengan baik di Tiuh Kagunan Ratu, pasalnya dalam pemilihan calon pekerja untuk kegiatan swakelola padat karya tidak menerapkan,aturan yang ada, hal itu sangat jelas terlihat dengan tidak adanya data masyarakat miskin, gizi buruk, pengangguran di Kampung tersebut, yang menjadi kreteria calon pekerja di Tiuh tersebut.

Menurit Kepala Tiyuh Kagumagan Ratu Tri Haryanto, Pada tahun 2018 Pembangunan inprastruktur di Tiyuh Kagungan Ratu yang menggunakan dana desa, pekerjanya kita ambil dari masyarakat Tiuh Kita, akan tetapi baru satu hari kerja besoknya para pekerja tidak ada yang datang untuk bekerja kembali. akhirnya masyarakt yang kita pakai sebagai pekerja hanya masyarakat yang benar – benar mau bekerja, dari tahun 2018 sampai dengan sekarang pekerja yang kita pakai dalam kegiatan swakelola padat karya tunai di Tiuh Kagungan Ratu hanya masyarakat itu – itu saja” ujar Tri Haryanto dikediman pribadinaya belum lama ini ( 31/5/2020).

Baca juga :  Tingkatkan Sinergitas Dan Profesionalisme DPRD Tubaba Cofee Morning Dengan Sejumlah Pihak

Ketika ditanya bagaimana Tiuh Kagungan Ratu menetapkan kreteria warga masyarakat yang akan dijadikan calon pekerja kegiatan swakelola padat karya tunai, Tri Haryanto mengatakan para pekerja kegiatan tersebut kita libatkan dari masyarakat Tiuh Kagungan yang mau bekerja, “yang penting masyaraktnya mau bekerja, untuk apa mengupwh masyarakat yang gak mau kerja”

Menurutn Tri Haryanto para pekerja yang dilibatkan pada pembangunan inprastruktur yang anggarannya bersumber dari Dana Desa tersebut, sudah sesuai ketentuan, jadi tidak ada masalah, Tegas Tri Haryanto.

Tri Haryanto menjelaskan tujuan dan kegunan kegiatan swakelola padat karya tunai yang dianggarkan 30% dari anggaran pembangunan inprastruktur yaitu, untuk membayar upah para pekerja pada kegiatan swakelola.

Untuk kreteria masyarakat calon pekerja yang seperti apa yang akan dijadikan calon pekerja, Tri Haryanto enggan menjelaskannya, yang penting pekerjanya diambil dari masayarakat tiuh Saya, dan yang mau benar-benar bekerja.

Ketika Tri Haryanto ditanya apakah Pemerintah Tiuh Kagungan Dalam memiliki data masyarakat miskin, pengangguran, setengah pengangguran, dan keluarga dengan Balita gizi buruk. di Tiuh yang Ia Pimpin,” kalau data masyarakat miskin di tiuh ini, saya tidak punya, yang memiliki data tersebut di kantor Badan Pusat Statistik (BPS)” jawab Nya.

Dalam Petunjuk Teknis penggunaan dana desa tahun 2018. Direktorat jenderal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, kementerian desa, daerah tertinggal dan transmigrasi Republik Indonesia Tahun 2018. Huruf D Tentang Tahapan Pelaksanaan penggunaan Dana Desa Untuk Padat Karya Tunai No. 2. dijelaskan Kepala Desa dan TPK Wajib Membuka pendaftaran Calon Tenaga Kerja Untuk Padat Karya Tunai dengan mengutamakan anggota masyarakat yang sudah di data.

Baca juga :  CPNS Tubaba Tersedia Untuk 92 Orang Dari Total Peserta Sebanyak 1.638

Data kereteria masyarakat Calon Tenaga Kerja Untuk Padat Karya Tunai itu sendiri yaitu, keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera 1 yang diambil dari data BKKBN, pengangguran dan setengah penganggur dari daftar pengangguran desa, anggota keluarga yang memiliki balita bergizi buruk sesuai daftar keluarga dengan balita bergizi buruk di desa apabila masyarakat seperti kreteria yang disebutkan diatas tidak terpenuhi barulah calon pekerja diambil dari Warga desa lainnya.

Jadi sangat jelas, dari mualai pemilihan masyarakat sebagai calon pekerja padat karya yang dilakukan Pemerintah Tiuh Kagungan Ratu, serta tidak adanya data masyaraka yang menjadi kreteria calon pekerja padat karya, juga tidak adanya gravik angka kemiskinan di setiap Tiuh, sehingga tunjuan dan manfaat dari anggaran padat karya tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang masuk dalam kreteria sebagai Pekerja Padat Karya.

Kuat dugaan Pekerjaan Pembangunan Inprastruktur Tiuh Kagungan Ratu dikerjakan oleh para Pekerja yang memang merupakan provesinnya, sehinhga tidak melibatkan masyarakat yang meliki kreteri Calon pekerja yang dimaksu dalam aturan kegiatan padat karya itu sendiri.

Dengan tidak adanya data masyarat yang menjadi sasaran angaran padat karya di Tiuh Kagungan Ratu, tidak adanya penurunan angka kemiskinan dan peningkatan perekonomian pada masyarakat Tiuh, diduga kuat nama-nama pekerja yang dijadikan SPJ padat karya pada pekerjaan inprastruktur, di duga Fiktiv. serta pembelian matrial yang digunakan pada pekerjaan pembangunan inprastruktur tersebut tidak dibeli dari toko atau Sumberdaya yang ada di Tiuh tersebut. (M/M)

Share :

Baca Juga

Tulang Bawang Barat

Jelang Akhir 2019, Pemkab Tubaba Rotasi 89 Pejabat Setempat

Tulang Bawang Barat

Pengelolaan Dana Bumdes Tiyuh Lesung Bhakti Jaya Sejumlah Rp.200 Jutaan Dipertanyakan

NASIONAL

Balita Di Madiun Meninggal Setelah Berobat

Tulang Bawang Barat

Pekerjaan kontruksi atap di empat sekolah dikerjakan CV. Dua Surya Trust, kulitasnya diragukan dan berpotensi rugikan keuangan negara

EKONOMI DAN BISNIS

Konstruksi Rangka Atab Baja Ringan Proyek DAK Fisik Pendidikan Kabupaten Tubaba Berbenih Dugaan Ancam Keselamatan

ADVETORIAL

Kabupaten Tubaba Terbaik Wilayah Barat Pengelolaan DAK Air Minum 2019

Tulang Bawang Barat

Musrenbangcam Batu Putih, Fauzi Hasan Ajak Guru Honorer Tetap Fokus Mendidik

Tulang Bawang Barat

2020 RSUD Tubaba Dipastikan Sudah Terakreditasi
error: IZIN DULU BOSS