Home / DAERAH / Tulang Bawang Barat / Pekerjaan kontruksi atap di empat sekolah dikerjakan CV. Dua Surya Trust, kulitasnya diragukan dan berpotensi rugikan keuangan negara

Pekerjaan kontruksi atap di empat sekolah dikerjakan CV. Dua Surya Trust, kulitasnya diragukan dan berpotensi rugikan keuangan negara

Tulangbawang Barat (Sbuai.com)

Pekerjaan Kontruksi atap sekolah yang dikerjakan CV. Dua Surya Trust sebanyak 26 ruangan yang tersebar di 4 sekolah di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun anggaran 2020 diduga kuat tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan Spesifikasi gambar, selain itu kuat dugaan bahan baja ringan (gordeng dan genteng metal dan nok/ kerpus) yang digunakan CV. Dua Surya Trust untuk kontruksi atap gedung sekolah yang dikerjakan tidak bersertifikat SNI sehingga kualitas kontruksi atap gedung tersebut diragukan.

Pasalnya, dari hasil pemantauwan wartawan sbuai.com di lapangan, ditemukan sebanyak 26 lokal dari 4 sekolahan yaitu Kecamatan Lumbu Kibang di SMPN 2 Lambu Kibang terdapat 5 lokal dengan rincian Pembangunan gedung laboraturium komputer, pembangunan jamban, rehabilitasi perpustakaan, rehabilitasi ruang guru, dan rehabilitasi Laboratorium IPA dan terdapat 12 lokal pekearjaan di SMPN 3 Lambu Kibang, dengan rincian lokal yaitu, rehabilitasi gedung A. 3 lokal, rehabilitasi gedung B, 3 lokal, rehabilitasi gedung C. 3 lokal, rehabilitasi jamban siswa, rehabilitasi laboratorium IPA dan rehabilitasi Kantor Guru.

Untuk kecamatan Tulang Bawang Tengah sendiri, pekerjaan kontruksi atap sekolah yang dikerjakan oleh CV. Dua Surya Trust, sendiri ditemukan dua sekolah yaitu SDN 1 Penumangan Baru, dengan jumlah lokal atau rauangan yang dikerjaan sebanyak 5 ruangan yaitu, Pembangunan ruang perpustakaan, dan rehabilitasi ruang kelas 4 ruangan atau lokal. Sedangkan di SDN 3 Penumangan Baru ada 4 lokal, di Ruang perpustakaan dan rehabilitasi ruang kelas 3 lokal.

Dari informasi yang diperoleh ke empat sekolahan tersebut, pekerjaan kotruksi atap dikerjakan oleh CV. Dua Surya Trust, dan ditemukan bahan baja ringan yang digunakan hanya Canal C untuk kuda – kuda nya saja yang ber SNI, sedangkan bahan baja ringan lainya seperti, reng, genteng metal, nok/kerpus kuat dugaan tidak bersertifikat SNI, sehingga kualitas kontruksi atap pada ruang/lokal yang baru dikerjakan di 4 sekolah tersebut sangat diragukan.

Pemakain bahan baja ringan (reng, genteng metal, nok/kerpus) yang disinyalir tidak ber SNI oleh CV. Dua Surya Trust tersebut, tidak berpedoman pada Permen PUPR No.22/PRT/M/2018 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, dalam Lampiran 1 dijelaskan, spesifikasi komponen bangunan gedung negara pada pekerjaan kontruksi atap gedung yang menggunakan bahan baja ringan untuk atap bangunan gedung sekolah tingkat dasar, sekolah tingkat lanjutan/menengah, dan rumah negara bahan yang digunakan harus sesuai SNI rangka baja ringan yang memiliki mutu tinggi dan kekuatan.

Selain itu, pihak CV. Dua Surya Trust selaku pelaksana kontruksi atap juga, tidak mengindahkan Permendikbud no 11 Tahun 2020 tentang Petujuk Oprasional Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang pendidikan tahun 2020 pada Lampiran 1 dijelaskan Bahan baku baja ringan yang digunakan untuk kontruksi atap gedung harus memiliki kreteria sebagai berikut, bahan baja ringan (Kuda – kuda, Nok, Gording Usuk dan Reng dan balok tembok) harus ber SNI, terbuat dari baja ringan bermutu tinggi sebagai bahan dasar kekuatan struktur dilapisi bahan tahan karat dan di produksi dengan mesin khusus dengan tingkat presisi yang tinggi, serta bergaransi minimal 10 tahun untuk produk baja ringan terpasang.

Selain itu pihak CV. Dua Surya Trust juga, pada item pekerjaan kuda – kuda, kuat dugaan tidak sesuai dalam Permendikbud no 11 Tahun 2020 tentang Petujuk Oprasional Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang pendidikan tahun 2020, untuk pekerjaan kuda – kuda atap yang menggunakan bahan baja ringan yang memakai penutup atap genteng metal jarak kuda – kuda satu dan lainya 100 cm sampai dengan 120 cm, dengan lebar gedung 10 sampai 12 Meter, sedangkan jarak kuda – kuda yang dibuat pihak oleh CV. Dua Surya Trust disinyalir kurang lebih 200 samapai dengan 220cm, hal tersebut selain dapat mengurangi kekuatan kekuatan kontruksi atap, jarak kuda – kuda yang lebar juga berpotensi mengurangi volume pemakaian bahan baja ringan canal C, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Jadi kontruksi atap gedung di empat sekolah yang dikerjakan oleh CV. Dua Surya Trust, dengan menggunakan bahan baja ringan yang tidak ber SNI serta pembuatan kuda – kuda yang tidak sesuai dengan Permendikbud no 11 Tahun 2020 tentang Petujuk Oprasional Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang pendidikan tahun 2020, kualitas dan kekuatanya kotruksi atap gedung sekolah tersebut sangat diragukan, dan dapat membahayakan bagi keamanan dan keselamatan para pengguna gedung ( guru dan murid ) di sekolah tersebut.

I Gede Suarsana. Kepala SMPN 2 Lambu Kibang di Konfirmasi di ruang kerjanya, Beberapa waktu belakangan ini, mengaku kurang begitu memahami nama Perusahaan yang mengerjakan Konstruksi Rangka Atap Baja tersebut,

“kalau untuk yang mengerjakan Konstruksi Rangka Atap Baja Ringannya, Pak zul, kalau untuk nama perusahaanya tidak tahu, coba tanyakan langsung kedinas” kata dia.

Terpisah, Ujang. Yang Mengaku Pimpinan Dari perusahaan Cv. Dua Surya Trust. kediamannya. Selasa(17/11/2020) menjelaskan bahwasanya, pekerjaan konstruksi Rangka Atap Baja ringan yang berlangsung di SMPN 3 Lambu Kibang, SDN 1 Penumangan Baru, dan SDN 3 Penumangan Baru di kerjakan oleh Cv dua Surya Trust.
Sementara, Dalam pelaksanaan kegiatan hanya mengacu dengan gambar yang di berikan oleh pihak sekolah tanpa adanya RAB.

” Gambar saja kadang lewat hp, Rab memang tidak ada, sekarang ini saya tidak perlu rabnya, yang penting ada gambar cocok dengan pekerjaan saya pasang, kalau masalah perusahaan saya CV dua Surya Trust karna saya harus ngikutin administrasi ” cetusnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan adanya gambar yang di berikan pihak sekolah dirinya tidak memerlukan (Rab), di karenakan dirinya sudah bisa memprediksi dari total keseluruhan biaya yang akan di pergunakan.
Menurutnya, rincian harga satuan komponen rangka atap baja ringan sebagai berikut,

“Kanal C, Rp. 80.000/btg, Reng 32,000/btg, Genteng metal Polos, Rp.22000/m1, Nok Rp.22000/m1, Risplang Rp, 22000/m1, Baut kanal 75000.” Kata dia.

Sehingga dari keseluruhan harga yang di jelaskan Ujang selaku pimpinan Cv dua Surya Trust, Apabila di akumulasi, berjumlah total Rp. 259,000.
Namun anehnya, berdasarkan kesepakatan tersebut pihak perusahaan dan pihak sekolah menentukan dengan harga terima jadi dengan harga Rp.145000/m2

Artinya dari harga kesepakatan tersebut selisih sekitar Rp.114000/m2. sehingga kuat dugaan adanya pengurangan volume bahan material yang di gunakan.

Bahkan, dirinya menegaskan bahwasanya garansi konstruksi Rangka Atap Baja ringan tersebut di berikan pihaknya berdasarkan kesepakatan, Tanpa adanya jaminan sertifikat keahlian.

“Intinya kalau saya, masalah Garansi, intinya hanya antara saya dan pihak sekolah, kadang untuk sertifikat tenaga ahli, itu hanya pormalitas” kata dia.

Sedangkan, pada pekerjaan Rangka Atap yang berlangsung di SMPN 2 Lambu Kibang di kerjakan Oleh Cv Istana Konstruksi.
Namun, Tetap melibatkan pihaknya sebagai pekerja pada pelaksanaan tersebut di karenakan keterbatasan tenaga ahli.

” Kalau untuk SMPN3 Lambu Kibang, SD 1 Penumangan Baru, SD 3 Penumangan Baru, atas nama CV. Dua Surya Trust, kalau SMPN 2 Lambu Kibang kalau tidak salah cv istana Konstruksi cuma tenaga kerjanya tidak ada pakai tenaga kerja saya, ” kata Ujang. (Rz/M)

About sub admin

Check Also

Program Kotaku Bangun Lima Jenis Infrastruktur Di Kelurahan Mulya Asri

Tulangbawang Barat – (Sbuai.com) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) adalah satu dari sejumlah upaya strategis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: IZIN DULU BOSS