Home / DAERAH / Tulang Bawang Barat

Rabu, 12 Januari 2022 - 17:45 WIB - 164 Pembaca

Masyarakat Kecewa Hasil Pekerjaan Swakelola Dinas PUPR Tubaba Tambal Sulam Jalan Minim Kualitas.

Tulang Bawang Barat ( Sbuai.com)

Belum satu bulan perbaikan jalan Simpang Panaragan – Pulung Kencono Kabupaten Tulangbawang  yang dikerjakan swakelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang Bara (Tubaba) Tahuna naggaran 2021 kondisinya kembali rusak diduga akibat minimnya kualitas hasil pekerjaan.

Terlihat beberapa titik di Ruas Jalan Simpang Panaragan – Pulung Kencono belum genap sebulan diperbaiki kini kondisinya mulai memprihatinkan kan kembali, banyak ditemui di beberapa titik jalan tersebut aspalnya mulai mengelupas, retak, ambles kondisi ini disinyalir akibat penanganan dalam pelaksanaan teknis pekerjaan yang dilakukan asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang ada,” ujar Mansur (55) warga Tiyuh Tirta Kencana.

“Jalan itu baru diperbaiki, tapi tambalan sudah rusak lagi. Alhasil masyarakat pengguna jalan harus waspada dan berhati-hati, karna di jalan tersebut banyak berserakan batu kerikil bekas aspal yang mengelupas serta jaman yang bergelombang “

Masih kata Mansur, Dinas PUPR seolah asal-asalan dalam pelaksanaan pekerjaan terkesan ingin mendapatkan keuntungan yang banyak. Padahal proyek tersebut dikerjakan sendiri oleh Dinas PU tapi malah lebih buruk.

Menurut Mansur, seharusnya pekerjaan yang dilakukan dengan cara swakelola hasilnya lebih berkualitas daripada hasil pekerjaan yang dilakukan pihak pihak ketiga.

“Karena mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan pekerjaan dilakukan oleh dinas itu sendiri. Jadi, harusnya kegiatan yang dihasilkan lebih maksimal dan berkualitas,” bebernya.

Ditempat terpisah Supri (38) pengguna jalan tersebut mengatakan bahwa, kerusakan di ruas jalan tersebut diduga karena buruknya kualitas saat pengerjaan, serta diduga penanganan perbaikan jalan tidak sesuai dengan jenis kerusak jalan yang terjadi, akibatnya salah penangan perbaikan jalan, maka jalan yang baru diperbaiki tidak maksimal dan tidak bertahan lama pasti rusak kembali.

“Perbaikan jalan itu kan barusan beberapa hari ini selesai ditambal, belum samapai sebulan tapi sudah rusak lagi, ngabis – ngabisin uang aja” ucapnya.

Sebagai masyarakat, supri merasa kecewa dengan hasil perbaikan jalan tersebut, terlebih lagi pekerjaan tersebut belum sebulan dikerjakan sudah rusak kembali. Kerusakan tersebut namapak dititik yang baru ditambal atau diperbaiki.

Menurut Putra yang merupakan pengamat pembangunan mengatakan, sepengetahuan saya, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan jalan aspal cepat rusak, diantaranya, Mutu atau kualitas jalan aspal yang kurang baik, hal ini bisa dikarenakan bahan yang dipergunakan tidak baik atau diluar ketentuan teknis, metode pengerjaan yang kurang baik, pengerjaan yang bertepatan dengan cuaca yang kurang pas (hujan misalnya).

Baca juga :  Padat Karya Tunai Di Tubaba Diduga Jadi Bancakan Kepalo Tiyuh Untuk Meraup Keuntungan

Muatan yang berlebihan juga sebagai salah satu penyumbang mempercepat proseskerusakan jalan, apalagi kalau misalnya kualitas atau mutu jalan yang kurang bagus, otomatis akan semakin mempercepat proses kerusakan jalan.

Menurut Putra ada beberapa contoh jenis-jenis kerusakan jalan aspal, penyebab dan solusinya. Distorsi atau perubahan bentuk pada perkerasan jalan aspal bisa terjadi dikarenakan tanah dasar yang lemah dan pemadatan yang kurang optimal di lapisan pondasi. Distorsi yang terjadi pada jalan aspal bisa berupa amblas, jembul, keriting dan alur.

Kerusakan jalan aspal berupa distorsi tidak cukup diperbaiki hanya dengan melakukan penambalan saja. Perbaikan kerusakan distorsi terbilang cukup rumit dan memakan waktu yang tak sebentar. Distorsi pada jalan perkerasan aspal sebaiknya diperbaiki dengan menggaruk kembali, dipadatkan kembali, lalu dilakukan penambahan lapisan permukaan baru.

Tahap pemadatan pada proses pembangunan jalan memang harus dilakukan dengan cermat. Pemadatan wajib dilakukan untuk meningkatkan kekuatan tanah, memperkecil pengaruh air terhadap tanah dan memperkecil daya rembesan air pada tanah. Tahap pemadatan ini dilakukan lapisan demi lapisan sehingga diperoleh kepadatan yang ideal.

Tahap pemadatan ini umumnya menggunakan alat bantu. Contohnya saja penggilas three wheel roller atau penggilas Mac Adam dengan bobot antara 6 ton hingga 12 ton yang digunakan untuk memadatkan material berbutir kasar, tandem roller dengan bobot antara 8 ton sampai dengan 14 ton yang berfungsi untuk mendapatkan permukaan lapisan yang agak halus, dan pneumatik tired roller yang cocok dipakai untuk penggilasan tanah lempung, pasir dan bahan yang granular.

Kerusakan stripping atau pengelupasan lapisan permukaan dapat terjadi dikarenakan kurangnya ikatan antara lapisan bawah jalan dan lapisan permukaan, atau lapisan permukaan yang terlampau tipis. Untuk kerusakan seperti ini, langkah perbaikan yang bisa dilakukan bukanlah dengan penambalan melainkan bagian yang rusak terlebih dahulu harus digaruk, kemudian diratakan. Barulah setelah itu dilapisi dengan buras.

Menurut Putra kerusakan jalan aspal berupa lubang-lubang dapat terjadi ketika retakan-retakan dibiarkan tanpa perbaikan sehingga akhirnya air meresap dan membuat rapuh lapisan-lapisan jalan. Lubang-lubang yang awalnya kecil ini bisa berkembang menjadi lubang-lubang berukuran besar yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Lubang-lubang pada jalan aspal tersebut bisa diperbaiki dengan membersihkan lubang-lubang terlebih dahulu dari air serta dari material-material yang lepas. Setelah itu bongkar lapisan permukaan dan pondasi sedalam mungkin agar bisa mencapai lapisan yang paling kokoh. Barulah kemudian tambahkan lapisan pengikat atau tack coat. Lantas isi dengan campuran aspal dengan cermat. Padatkan lapisan campuran aspal tersebut dan haluskan permukaannya sehingga sama rata dengan permukaan jalan lainnya.

Baca juga :  Tingkatkan Sinergitas, Kejari Menggala Kunker Ke DPRD Tubaba

Lubang-lubang jalan aspal yang ditambal tanpa dibersihkan atau dibongkar terlebih dahulu hanya akan menghasilkan tambalan yang rapuh. Akibatnya lubang kembali terjadi hanya beberapa saat setelah penambalan dilakukan, ungkapnya.

Kalau emang pekerjaan tambal sulam jalan ini dilakukan dengan cara swakelola atau di kerjakan oleh Dinas PU sendiri, seharusny pekerjaan yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, karna direncanakan, dilaksanakan dan diawasi oleh pihak Dinas PU sendiri.

Seharusnya Dinnas PUPR lanjut Putra, terlebih dahulu perlu melakukan observasisetiap jenis kerusakan yang terjadi di jalan-jalan perkerasan aspal sebelum dilakukan langkah-langkah perbaikan agar perbaikan yang dilakukan bisa benar-benar sesuai dengan kerusakan yang terjadi. Dengan observasi, perbaikan dapat dikerjakan dengan lebih efektif dan efisien, serta hasil pekerjaan dapat berkualitas.

Terpisah, Rido Pengawas pelaksanaan kegiatan pemeliharan tambal sulam di jalan Panaragan Jaya-Pulung Dinas PUPR Tubaba ketika dikonfirmasi Tim di Ruang Kerjanya mengatakan, rusaknya jalan tersebut di karenakan situasi dan faktor kontur tanah yang di nilai labil dan pemrabikan yang dilakukan tidak dilakukan pemadatan pondasi jalan, Selasa(11/1/2022).

“Itukan sudah kita gali karena waktu pengerjaan itu cuaca hujan terus. itu kemarin kan material nya base aja sedangkan tanah labil jadi susah kita. sedangkan di situ tetap harus kita tangani dengan material yang ada” kelit Rido.

Lebih lanjut Rido mengaku bahwasanya tanah jalan tersebut labil, akan tetapi hanya di lakukan tambal sulam tanpa adanya perlakuan pemadatan pondasi jalan.

” Kita tidak adanya penanganan pemadatan tanah, sedangkan tanah itu labil, kita cuma ada penanganan di tambal sulam saja yang kita padatkan sehingga secara ini susah, Secara teknis lumayan intinya perbaikan kan sudah ada yang berhasil” elak Rido.

Dari hasil pantauan di lapangan, pekerjaan perbaikan jalan yang menghubungkan antar kecamatan tersebut kondisi aspalnya mulai banyak yang mengelupas, serta beberapa titik kondisi jalannya ada yang ambles dan bergelombang.

Share :

Baca Juga

Bandar Lampung

Herman HN Hadiri Gala Dinner KPU Bandar Lampung

ADVETORIAL

Umar Ahmad Hadiri Do’a Bersama Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tubaba Ke-12

Tulang Bawang Barat

Tanggap, Dinas PUPR Tubaba Bakal Tegur Rekanan Soal Keluhan

Tulang Bawang Barat

Satu Tiyuh Di Tubaba Harapkan Perhatian Lebih Soal Infrastruktur Jalan

NASIONAL

Dugaan Masalah Pada Tender Proyek Pembangunan Tugu Simpang Penawar Lanjutan Milik Dinas PUPR Tulang Bawang Tahun 2020 Beraroma Persekongkolan Elit Petinggi

Tulang Bawang Barat

Warga Tiyuh Indraloka Mukti Gotong Royong Jelang Peringatan Hut RI

Mesuji

Nota Kesepakatan KUA-PPAS Mesuji Tahun Anggaran 2022 Disepakati

Lampung Utara

Sambut Tahun Baru, Rutan Kota Bumi Gelar Dzikir Dan Doa
error: IZIN DULU BOSS