Home / Tulang Bawang

Senin, 13 Juli 2020 - 06:42 WIB - 91 Pembaca

Masalah Tender Proyek Tugu Simpang Penawar Lanjutan, PUPR Tuba Diduga Ancam Blacklist PT. KGA

Tulang Bawang – (Sbuai.com)
PPK diminta untuk transparan dan bersifat netral dalam melaksanakan rapat persiapan penandatangan kontrak, PCM, Pre construction terhadap PT. KIA GRAHA ADHYAKSA sebagai pemenang kontrak dalam tender pekerjaan Tugu Simpang Penawar lanjutan dengan pagu sebesar Rp 3,8 Dimas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulangbawang.
Dalam Dokumen surat perjanjian sewa peralatan dengan nomor surat No.156/PT.SBR/DAH/VI/2020 Antara PT SANG BIMA RATU dan PT KIA GRAHA ADHYAKSA dengan jenis peralatan Genset power supply 1 unit merk cats tipe HE8700SE spesifikasi min 2 pk, crane 1 unit merk kato tipe SR-300L spesifikasi 20-35 Ton dan scafolding 400 unit spesifikasi 225 kg/Bay.
Adanya dugaan pemalsuan surat dukungan salah satu peralatan utama yaitu scafolding yang dilakukan PT. KIA GRAHA ADHYAKSA dalam dokumen lelalang jasa konstruksi pada pekerjaan Tugu Simpang Penawar lanjutan dengan pagu sebesar Rp 3,8 milyar tahun anggaran 2018, hal itu diperkuat dengan adanya pernyataan dari salah satu setap PT SANG BIMA RATU.
Dari hasil Investigasi tim kami dilapangan terkait pengecekan kebenaran pada dokimen spedifikasi teknis dukungan peralatan utama, pada perusahan PT. SANG BIMA RATU yang beralamt di jalan Gatot Subroto Pahoman Bandar Lampung, mendapatkan keterangan dari Salah satu oknum setap perusahan pemberi sewa peralatan pendukung, Setap tersebut menjelaskan bahwa perusahan tepat Ia bekerja tidak meniliki peralatan scafolding, Ujar oknum stapa PT. Sang Bima Ratu belum lama ini kepada tim.
“Ini pakek lampiran mereka sendiri, karena itu temen si bos, sudah kita omongkan kepada mereka kita tidak bertanggung jawab apabila ada masalah,” ujar staf perusahaan tersebut.
Saat ditanyakan apakah Dokumen itu di palsukan oleh perusahaan PT KIA GRAHA ADHYAKSA staf tersebut megaskan bahwa pihak mereka tidak bertanggung jawab.
Keterangan tersebut di kuatkan dengan surat pernyataan yang langsung ditandatangani oleh staf PT SANG BIMA RATU “Dengan ini menyatakan bahwa benar PT SANG BIMA RATU tidak mendukung untuk dukungan peralatan scafolding. Dikarenakan barang itu/ Scafolding memang tidak ada di perusahaan kami
Dengan adanya informasi dan laporan dari masyarakat terkait adanya pemalsuan dokumen teknsi dukungan peralatan utama yang dilakukan pihak peserta penyedia lelang jasa konstruksi, ini merupakan harus disikapi serius oleh PPK selaku pejabat pembuat kontrak pekerjaan, karna lelang pekerjaan tersebut akan memasuki tahap penandatangan kontrak, masih ada waktu bagi PPK untuk mengecek kebenaran dari informasi tersebut, Ujar Pengamat Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Sandi.
Hal itu menghindari adanya kecurangan dalam pemilihan penyedia, sehingga tidak ada persaingan usaha yang kurang sehat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah di Kabupaten Tulangbawang, kalau dari pengecekan yang dilakukan PPK benar terjadi adanya pemalsuan berkas dokumen spesifikasi dukungan peralatan, maka pihak penyedia dapat digugurkan dan diberikan sanksi blacklis serta dapat dilanjutkan keranah hukum sesuai dengan peraturan yang ada, ujar Sandi.
Dalam Permen PUPR No 14 tahun 2020 tentang pemilihan penyedia jasa konstruksi, disebutkan apabila pemilihan penyedia jasa kontruksi (lelang) telah selesai pemenang kontrak telah ditetapkan, tahapan selanjutnya PPK sebelum penandatangan kontrak, PMC, Pre construction meeting, untuk menegaskan adanya peralatan utama dan mobilisasi untuk peralatan, Bila penyedia ternyata tidak memenuhi persyaratan teknis, maka bisa diputus kontrak dan penyedia dikenakan sanksi, tutup Sandi.
Tim teknis Risuli sudah beberapa hari didatangi dikantor Dinas PUPR untuk di konfirmasi tidak pernah ketemu,  begitu juga dengan PPK Ruly, setiap akan dikonfirmasi selalu terus menghindar, sehingga sampai berita ini diterbitkan belum berhasil untuk domintai keterangan
Adapun berita sebelumnya
Pemilihan Penyedia tender pekerjaan Tugu Simpang Penawar lanjutan dengan pagu sebesar Rp 3,8 Milyar oleh PPK Dinas PUPR Tuba di duga syarat akan permainan.
Pasalnya Proyek Tender Tugu Simpang Penawar lanjutan dalam tahap pelaksanaan lelang Pokja Pemilih telah menetapkan PT. ATIFA PUTROE SEJAHTERA sebagai pemenang lelang, akan tetapi Ruly selaku PPK pada paket pekerjaan pembangunan tugu simpang penawar lanjutan, melakukan sanggahan kepada Pokja penyedia terkait penggunaan peralatan utama yaitu mesin cutting laser dan Banding tidak sesuai dengan yang diinginkan PPK.
Pembatalan dilakukan oleh PPK terhadap PT ATIF A PUTROE SEJAHTERA dalam pelaksanaan rapat persiapan penunjukan penyedia barang/Jasa sesuai isi berita acara yang dihadiri PPK Rully Renaldi ST. MT. ,Calon penyedia PT ATIF A PUTROE SEJAHTERA Direktur Misbahatul, Tim Teknis Maisal Mustapa, S,T. MT., Risuli utama, ST, MT., Akoni Jaya, ST.M.Eng.,Heniyanto S.T, Try Adhiyuliana Zaiyani, ST dan Tim apip Patrick Roni, S,T. dengan isi keterangan alat yang digunakan tidak sesuai dengan permintaan PPK (tidak sesuai dengan peruntukannya) yang diminta adalah Type Trulaser dan Typeb True band 3100 sedangkan yang akan digunakan adalah Type Stroong berdasarkan hasil klarifikasi dan konfirmasi dengan PT MULYA PERKASA ANUGERAH bahwa alat yang di sewakan ke penyedia berbeda.
Dari berita acara diatas di duga keras PPK telah melakukan pembahasan rapat terkait pengecekan dan pembuktian dan klarifikasi atas buktiperalatan termasuk klarifikasi kepada pemberi sewa tidak sesuai Permen PU Nomor 14 Tahun 2020 pasal 112, PPK hanya melakukan sertifikasi kepada personil manajerial, personil inti, merubah jadwal pelaksanaan karena pekerjaan sebelum nya akan melewati batas tahun anggaran, melakukan sertifikasi bagi operator, teknisi atau analisis yang belum bersertifikat pada saat pelaksanaan pekerjaan dan pelaksanaan apiu pengalaman/keahlian bidang kontruksi melalui sistem kerja praktik / magang.
Seharusnya pembahasan kebenaran peralatan utama  dan mobilisasi alat, di lakukan oleh PPK terhadap penyedia ketika awal pelaksanaan kontrak, PCM, Pre construction meeting, untuk menegaskan adanya peralatan utama dan mobilisasi untuk peralatan, Bila penyedia ternyata tidak memenuhi persyaratan teknis, maka bisa diputus kontrak dan penyedia dikenakan sanksi, ujar Reva salah satu tim PT. ATIF A PUTROE SEJAHTERA belum lama ini
Reva menilai pengguguran yang dilakukan Ruly selaku PPK paket pembangunan tugu simpang penawar lanjutan di Dinas PUPR terhadap  PT.Atifah dari beberapa Pralatan Utama pekerjaan, yaitu mesin cating laser, dan mesin brending otomatis, terkesan memaksa kan diri, karena kedua mesin yang dipermasalahkan PPK tiype dan merek dari kedua mesin tersebut tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh PPK.
Pelaksanaan rapat persiapan pelaksana penetapan pemenang (PAM) yang dilakukan oleh PPK dan penyedia pada tanggal (3/6) kemarin di kantor Dinas PUPR Tulangbawang, yang dimulai pada pukul 9:00 WIB- 12:00 WIB, rapat tersebut dilakukan dengan dua tahap, pada tahap pertama rapat hanya dihadiri direktur perusahan, dua jam kemudian barulah pihak tenaga teknis baru boleh masuk dan mengikuti rapat.
Sekitar pukul 12:25 WIB direktur dan tenaga teknis kami keluar dari ruangan rapat, dan memberikan kabar bawa perusahan PT.Atifah telah di gugurkan oleh PPK dengan ketidak sesuai tipe dan merek dari dukungan alat yang kita ajukan.
Dalam keterangan Direktur PT. KIA GRAHA ADHYAKSA, Bambang saat dikonfirmasi terkait penggunaan mesin cutting laser,  Bambang menjelaskan bahwa mesin cutting dan Bending ada di jakarta, dan mesin tersebut tidak mungkin kami turunkan ke lokasi pekerjaan, karna gerafik laser plat setenlis dan Bending Holo kita buat pabrikasinya di PT SUMBER JAYA LASER CUTTING.
“Kita nanti brending disana , nanti kita pabrikasi ditempat , jadi besi nya di bawa ketempat cating dan setelah selesai di cetak dari sana langsung di bawa ke lokasi , Nama PT SUMBER JAYA LASER CUTTING alamat Jakarta Utara,”jelasnya
Artinya PT. KIA GRAHA ADHYAKSA hanya melakukan pengadaan plat setenlis hasil dari produksi yang dibuat oleh PT SUMBER JAYA LASER CUTTING. Dalam Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2020 tentang pemilihan penyedia jasa konstruksi seharusnya apabila mesin cutting otomatis Trulaser 2 D dan mesin Bending Otomatis Trubend sebagai peralatan utama untuk pelaksanakan pekerjaan maka peralatan mesin cutting otomatis Trulaser 2 D dan mesin Bending Otomatis Trubend harus bisa mendukung langsung pekerjaan utama dan sesuai kebutuhan untuk melaksanakan pekerjaan utama (major item).
Tim teknis Risuli sudah beberapa hari didatangi dikantor Dinas PUPR untuk di konfirmasi tidak pernah ketemu,  begitu juga dengan PPK Ruly, setiap akan dikonfirmasi selalu terus menghindar, sehingga sampai berita ini diterbitkan belum berhasil untuk dimintai keterangan. (El/Mr)

Share :

Baca Juga

ADVETORIAL

Adv; Manfaat 25 Program Unggulan Bupati Tulang Bawang Mulai Dirasakan

Tulang Bawang

Bapenda Tuba Pasang 25 unit Taping Box di Rumah Makan di Kecamatan Banjar Agung

Tulang Bawang

Bupati Tulang Bawang Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana

Tulang Bawang

Dukung Kriteria Kabupaten Layak Anak, 30 Perusahaan Di Tuba Bentuk Asosiasi

Tulang Bawang

Bependa Tuba Tingkatkan Pendapatan Pajak Daerah.

Tulang Bawang

Petugas Monitoring BBPJN Provinsi Lampung Akui Paket Rp.197 Milyar, kegiatan Padat Karya.

NASIONAL

Kejaksaan Negeri Menggala Garap Dugaan Masalah Pada Proyek DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun 2019 Di Tulang Bawang

Tulang Bawang

Jelang Hut Kabupaten Ke-23 Dinas Perikanan Tulang Bawang Gelar Lomba Mancing Ikan
error: IZIN DULU BOSS