Home / Tulang Bawang

Kamis, 24 September 2020 - 16:01 WIB - 116 Pembaca

LSM SIKHAM Minta Aparat Hukum Usut Tuntas Dugaan Mark’up Harga Material Kegiatan BSPS

Tulang Bawang – (Sbuai.com)

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) SIKHAM meminta Aparat Hukum untuk tegas dalam menyelidiki terkait dugaan mark up harga satuan bahan matrial pada kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Dinas Perumahan Rakyat dan kawasan Pemukiman Tahun 2020,.

Menurut Junaidi ketua LSM SIKHAM meminta untuk aparat hukum baik kepolisian dan kejaksaan untuk bisa memeriksa terkait dugaan mark up pada kegiatan Bedah Rumah yang ada di kabupaten Tulangbawang karena menurut nya “Tim Fasilitator itu hanya menjembatani, memfasilitasi bukan menunjuk toko apalagi memberikan harga satuan bahan matrial yang kami lihat harga tersebut jauh dari harga lapangan, bahkan seperti harga satuan tertinggi pemerintah Tulang bawang,”jelasnya.

Masih kata Junaidi seharusnya Tim fasilitator melakukan survey terlebih dahulu dalam menentukan harga dan toko yang di tunjuk serta harus hasil kesepakatan dengan penerima bantuan bedah rumah tersebut,”jadi harganya pasti sesuai dengan harga lapangan gak seperti ini harganya tinggi tinggi,”ucapnya.

Lebih lanjut Junaidi berharap kepada aparat hukum baik kepolisian atau kejaksaan untuk bisa jeli dalam menangani permasalahan tersebut karena sepertinya permasalahan itu tersusun secara terstruktur sistematis dan masif.

Diberitakan sebelumnya; Harga satuan matrial bahan bangunan untuk kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah di kabupaten Tulangbawang yang menggunakan Dana Aloka khusus dengan pagu 2,4 Miyarb tahun 2020 Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman di duga Mark Up.

Bantuan tersebut menggunakan aturan Padat Karya Tunai (PKT) dengan langsung ke penerima bantuan dan pemindah bukuan rekening ke pihak Toko,untuk penentuan harga satuan harus melalui hasil musyawarah kesepakatan antara penerima bantuan dan Tim fasilitator lapangan (TFL) jadi harga satuan tersebut sesuai dengan harga surve di pasaran atau toko.

Besaran dana bantuan untuk setiap penerima Program bedah rumah sendiri sebesar Rp 17.500.000/penerima, yang dipergunakan dengan rincian Rp 15 juta dipergunakan untuk belanja bahan matrial, Rp 2,5 juta untuk pembayaran upah tukang setelah serah terima pekerjaan dilakukan.

Baca juga :  Inspektorat Tuba Dalami Dugaan Masalahan Pada Tender Kegiatan Pembangunan Tugu Simapng Penawar Lanjutan Milik Dinas PUPR Setempat

Dari data yang berhasil diperoleh media Sbuai.com, harga satuan matrial yang dipakai dalam program bedah rumah di Kabupaten Tulangbawang tahun anggaran 2020 yaitu harga satun Pemerintah Kabupaten Tulangbawang dengan rincian sebagai berikut, Semen dynamic Rp 60.000 per zak, pasir Rp 200.000/M3, bata bolong Rp 700/buah, Besi 8 mm Rp 58.000/batang, Besi 10 mm Rp. 85.000/batang, Kayu 8/12 Rp 115.000/batang, Kayu 5/5 Rp 30.000/batang, Reng Rp. 8.000/batang, Papan 3/20 Rp. 35/batang, Batu split Rp. 450.000/m3, Paku Rp. 20.000/kg, Kerpus Rp. 5.000/buah, Genteng Rp. 1.100/buah.

Harga satuan tersebut juga dibenarkan oleh salahsatu warga yang menerima bantuan program bedah rumah di Talang Tembesu Kelurahaan Ujung Gunung Kecamatan Menggala, Mariono mengatakan “harganya sudah ditentukan dari sana, seperti harga pasir Rp. 200.000/M3, semen Merk Dynamic Rp. 60.000, kalau batu split Rp.450.000/M3, besi 8 mm  Rp. 55.000/batang, menurutnya harga barang sangat tinggi, tapi gimana kan kita dikasih gratisan jadi gak jadi masalah”

Masih di kelurahan yang sama, Eko penerima bantuan bedah rumah menjelaskan bahwa,  untuk harga bahan matrial itu sendiri gak ada masalah, walaupun harganya mahal namanya dikasih orang kan gak rugi to mas, cuma kalau itu bukan dikasih, ya mahal mas, dari harga semen aja, saya beli kemarin di toko karna kurang Rp 54 rbu/zak, sedangkan untuk bedah rumah di hargai Rp 60rbu/zak, jadi dah lebih Rp 6 rbu/zak  ” ujar Eko.

Di kelurahan Menggala kota salah satu penerima bantuan tersebut yang tidak ingin di sebut kan namaya menejelaskan” kami ngambil Bata Rp. 700 per buah banyaknya 11.000 reng Rp. 1.650.000 per delapan iket setangah kubik berarti sekubik Rp 3.300.000, semen Rp. 60.000, kata mereka jangan kaget melihat harganya karena ini ngutang dulu di toko tapi kalau ngeliat harganya jauh, ini nota harga barang fotocopy di foto aja itu dikasih mereka,”jelasnya.

Baca juga :  Polres Tulang Bawang Bentuk Pokda Kamtibmas

Menurut Sapron pemilik Toko bangunan sebagai penyuplai bahan matrial bangunan program bedah rumah di Kabupaten Tulangbawang tahun anggaran 2020 tersebut menjelaskan, terkait harga satuan bahan matrial tersebut, saya tidak tau, saya hanya menerima rilis harga satuan matrial dari timfasilitator, jadi saya gak tau dengan satuan harga tersebut, “yang pasti kita disuruh modalin dulu itu sudah tertera kasih aku, ya lis harga yang sudah di tentukan,”jelasnya

Saat ditanyakan berapa harga pasaran nya di menjelaskan bahwa harga semen Rp 54.000 kalau harga bata Rp. 650 kan masih naik naiknya, batu split Rp.400.000

Masih kata sapron bahwa sampai sekarang beliau belum menerima pembayaran termin kedua “Ya memang begitu sesuai kesepakatan penerima bantuan sedangkan ini sudah selesai 3 Minggu belum keluar sama sekali tahap kedua ini masih kita yang modalin,”imbuhnya.

Jadi sudah sangat jelas, besaran harga satuan bahan matrial yang digunakan pada program bedah rumah di Kabupaten Tulangbawang tahun anggaran 2020, sangat jauh berbeda dengan harga di pasaran, sehingga sangat merugikan masyarakat penerima bantuan tersebut.

Seharusnya penentuan harga satuan ditentukan dari hasil hasil survei pasar atau toko, yang dilakulan oleh ketua kelompok penerima bantuan yang telah disepakati bersama oleh anggota,

Sampai berita ini diterbitkan Indra selaku PPTK Program bedah rumah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tulangbawang, belum bisa berhasi untuk dikonfirmasi. (El/R)

Share :

Baca Juga

Tulang Bawang

Komisi IV DPRD Tuba Segera Panggil Pihak Dinas Pendidikan

Tulang Bawang

Program Winarti, Tulangbawang Terang Terealisaia.

ADVETORIAL

Pastikan Kesiapan Tangani Pasien Covid-19 Bupati Tuba Tinjau Langsung Persiapan RSUD Menggala

Tulang Bawang

Dugaan Proyek DAK Fisik Bidang Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang TA 2019 Berpotensi Pada Kerugian Keuangan Negara Makin Menguat

DAERAH

Penggunaan APBD menjadi alasan Dinas Pendidikan Tuba Kang kangi Peraturan.

Tulang Bawang

Bain HAM Provinsi Lampung Desak Pemda Tuba Usut Tuntas Dugaan Masalah Dalam Tender Proyek Milik Dinas PUPR Setempat

Tulang Bawang

Pererat Tali Persaudaraan, Hendriwansyah Bersilaturahmi Dengan Keluarga Besar Hanan A Rozak

NASIONAL

Dugaan Proyek DAK Gunakan Baja Ringan Tak Ber-SNI, Disdik Tantang DPRD Tinjau Langsung Ke Lapangan
error: IZIN DULU BOSS