Home / NASIONAL / Tulang Bawang Barat

Sabtu, 5 Juni 2021 - 07:15 WIB - 84 Pembaca

Koperindag Tubaba Segera Lakukan Evaluasi Peraturan Retribusi Pasar

Tulangbawang Barat – (Sbuai.com)

Koperindag Tubaba akui berbagai kekeliruan dalam penarikan Retribusi tiga Pasar setempat akibat dari kekeliruan dalam pemahan produk hukum dan segera lalukan evaluasi tiga peraturan tentang retribusi pasar. Pasalnya, Perda Tubaba no.1 tahun 2018, dan Perda Tubaba no.5 tabun 2012, serta Perbup Tubaba no.12 tahun 2012 tidak memiliki kejelasan pelayanan serta rumus hitung biaya yang berbeda jumlah nominalnya.

Bobrok pemahan dan implementasi dari produk hukum tentang retribusi pasar tersebut, terlihat jelas dari kejanggalan dalam pemaparan Diskoperindag Tubaba saat dikonfirmasi terkait adanya sejumlah penarikan di 3 Pasar yang sangat menjadi keluhan keluhan dari para pedagang. Disamping pelayanan atas ditariknya retribusi yang tidak dapat dijelaskan, ditambah lagi adanya perbedaan selisih jumlah nilai dari rumusan hitung biaya antara Perda dan Perbup.

Seperti penarikan pada Pak Basri pedagang pakaian di Kios Pasar Daya Murni, yang dikenakan beberapa jenis tarikan biaya. Yakni Rp.72.000 perbulan, dan Rp.15.000 perbulan, serta dikenakan kembali tarikan harian yakni Rp.1.000 dan Rp.1.500. Dan penarikan serupa pada pedagang dipasar lainya, yakni Pasar Mulya Asri serta Panaragan Kaya yang juga serupa.

Untuk penarikan Retribusi yang dilakukan dalam waktu bulan, Khairul Ahmri Kepala Diskoperindag Tubaba yang didampingi Sekretaris dan Sulaeman salah satu Kabidnya mengatakan jika itu dilakukan sesuai dengan Perda Tubaba nomor 5 tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha.

“Retribusi yang kita tarik bulanan itu Retribusi Pasar Grosir dan/Pertokoan, kita tarik sesuai dengan Perda Tubaba no.5 tahun 2012 dangan petunjuk pelaksanaanya yakni Perbup Tubaba no.40 tahun 2012”, ungkap Khairul Ahmri dan Kabisnya diruangan kerja mereka, (3/6/2021) lalu.

Anehnya saat ditanyai lebih lanjut tentang bagaimana Diskoperindag Tubaba menentukan besaran nilai tarip refribusi tersebut, Mereka tidak dapat memberi penjelasan dan justru mengatakan jika Perbup no.40 tersebut sudah tidak dipakai dan memakai Perbup terbarunya tahun 2019 yang justru belum ada Nomor ketapanya.

Baca juga :  Winarti Promosikan Potensi Wisata Tulang Bawang Dalam Dialog Wisata RRI

“Penarikanya memang kita pake pihak ketiga yakni peroranga, dan memang masih kita yang menentukan besaran nilai tarip retribusinya. Jika ada perbedaan antara nilai itu karna kita pake perbup yang terbaru”, kelit Sularman yang kemudian diluruskan Khairul Amri bahwa pihaknya siap untuk segera mengevaluasi peraturan tersebut.

Sementara, dari tarikan bulanan yang dikenakan pada pak Basri tersebut yakni Rp.72.000 per bulan sangatlah tidak sesuai dengan jumlah dalam rumusan Perda no.5 tahun 2013 bahkan juga dengan petunjuk pelaksanaanya yakni Perbup Tubaba no.40 tahun 2012.

Dimana dalam perda no.5 tahun 2012 untuk retribusi yang seharusnya dikenakan pada pak Basri yakni diperoleh dengan rumusan sebagai berikut. Untuk kios dengan letak ruang dagang yang berada didalam lorong-lorong pasar yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat maka indek penghitunganya yakni S, dengan luas ukuran maksimal yalni 24 m² dan tarik Rp.2.500,- maka diperoleh perhitungan dan hasil yakni: Kios= S × 1 (indeks) × 24 m² (luas) × 2.500 / tahun (12 bulan) = Rp.60.000 pertahun ataw Rp.5.000 perbulan, dan bukan Rp.72.000,-.

Sementara, berdasarkan Perbup Tubaba no.or 40 tahun 2012 sebagai petunjuk pelaksanaan dari Perda Tubaba no.5 tahun 2012 maka terlihat jelas adanya perbedaan. Dimama akan diperoleh rumus hitungnya yakni Kios= S × 24 m² × 2.500 / bulan (30 hari) = Rp.60.000,-. Dan angka Rp.60.000 merupakan jumlah biaya perbulan yang artinya bukan untuk satu tahun.

Baca juga :  Warga Tamansari Desak Pemkot Bandung Segera Bangun Rumah Deret

Selanjutnya terkait dengan penarikan retribusi yang dibayarkan setiap harinya oleh pak basri sebesar Rp.1.500, dengan keterangan pada cek tanda bayar untuk pelayanan pasar, Khairul Amri dan Sulaeman Kabidnya mengatakan jika itu sesuai dengan Perda nomor 1 tahun 2018 tentang perubahan dari perda nomor 4 tahun 2012 tentang retribusi jasa umum.

“Penarikan retribusi yang ditarik harian itu untuk Pelayanan Pasar sesuai dengan Perda Tubaba nomor 1 tahun 2018 tentang perubahan Perda Tubaba nomor 4 tahun 2012 tentang Reteibusi Jasa Umum”, ungkap mereka.

Namun anehnya, saat ditanyai lebih lanjut terkait apa saja bentuk pelayanan yang diberikan sesuai dengan perda tersebut, sementara juga ada penarikan kebersihan persampahan dari Dinas Lingkungan Hidup, Koperindak Tubaba tidak dapat menjelaskan dan justru menyalahkan OPD lain serta berjanji untuk segela melakukan evaluasi terhadap Produk-produk hukum tentang Reteibusi tersebut.

“Seharusnya untuk kebersihan di lokasi pasar itu menjadi tanggung jawab kami melalui petugas pasar, dan bukan DLH kita. Tapi ya mau gimana lagi, dan secepatnya kami akan berkoordinasi dengan semua instansi terkait untuk mengevaluasi produk hukum tentang Retribusi Pasar kita ini”, kelit Khairul Amri yang diaminkan oleh Kabid dan Sekretarisnya tersebut.

Dari pernyataan Khairul Amri Kepala Diskoperindak Tubaba yang didampingi oleh Sekretaris dan Kabidnya tersebut, sangat jelas menunjukkan ada kebobrokan dalam pelaksanaan dan pemungutan Reteibusi pada 3 Pasar Tubaba. Dimana pemungutan yang dilaukan dengan Perorangan sebagai pihak ketiga tanpa adanya kontrak sebagai payung hukum yang jelas, hingga produk hukum yang terkesan tidak singkron yang menjadikan potensi timpang tindihnya penarikan retribusi oleh petugas pasar dilapangan yang tentunya sangat mencekik para pedagang. (Rijal/iw)

Share :

Baca Juga

Tulang Bawang Barat

Pilkaty Di Tubaba Telah Lalui Proses Pemungutan Suara

Tulang Bawang Barat

Tiyuh Jaya Murni Tubaba Bangun Rigit Beton Dengan Anggaran Dana Desa

Tulang Bawang Barat

Program Kotaku Bangun Lima Jenis Infrastruktur Di Kelurahan Mulya Asri

ADVETORIAL

Umar Ahmad Hadiri Do’a Bersama Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tubaba Ke-12

NASIONAL

BLT Dampak Covid Di Kampung Wilayah Kabupaten Tulang Bawang Diduga Tidak Tepat Sasaran

NASIONAL

Kepedulian Pjs Danramil 04/Jebres Kapten Inf Narno kepada Anggotanya

NASIONAL

Ustadz Abdul Somad Ajukan Permohonan Bercerai

Tulang Bawang Barat

Komunitas Gembong-Q Kenalkan Nilai Sejarah Melalui Jemur Bonsai
error: IZIN DULU BOSS