Home / EKONOMI DAN BISNIS / Tulang Bawang Barat

Jumat, 11 September 2020 - 20:50 WIB - 136 Pembaca

Konstruksi Rangka Atab Baja Ringan Proyek DAK Fisik Pendidikan Kabupaten Tubaba Berbenih Dugaan Ancam Keselamatan

Tulangbawang Barat – (Sbuai.com)

Dugaan adanya penggunaan Profil Rangka Atap Baja Ringan tak ber-SNI 8399;2017,  pada Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan dalam Proyek bangunan di Sekolah dari dana Dak Fisik Bidang Pendidikan Kabupaten Tubaba tahun anggaran 2020, timbulkan kecemasan demgan dugaan berpotensi ancam keselamatan.

Perbedaan dalam pemakaian Produk yang ber SNI dan tidak ber-SNI, merupakan salah satu hal yang tentunya akan berpengaruh pada besaran harga, serta Kwalitas hasil Pekerjaan. Dan mirisnya, kondisi tersebut justru acapkali menjadi hal yang di abaikan oleh Pihak yang terlibat Pelaksana Pekerjaan guna meraup keuntungan.

Hal serupa, diduga juga terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan Bangunan sekolah di Wilayah Kabupaten Tubaba, yang bersumber dari dana DAK Fisik Bidang Pendidikan tahun anggaran 2020.

Pasalnya secara Kwalitas, Material baja ringan untuk Konstruksi Rangka Atab Baja Ringan pada Bangunan hasil pekerjaan diduga sangat meragukan. Selain didapati adanya penggunan material Baja Ringan dengan kode Profil Rangka Atab Baja bukan SNI 8399:2017, bahkan didapati pula material Baja Ringan yang polos dan tidak terdapat kode SNI nya.

Dan hal tersebut, kini mulai menuai kritikan hingga benih rasa cemas dikalangan Pelajar dan Wali Siswa Wilayah Tubaba, hususnya di Sekolah Penerima DAK Fisik Pendidikan di Tubaba tahun 2020. Diawali kekecewa dari adanya penggunaan material Baja Ringan yang tak ber-SNI, hal itupun berlanjut pada keraguan Kwalitas hasil pekerjaan yang dicemaskan berpotensi ancam keselamatan.

“Kurang paham soal standar bangunan, tapi kalo materialnya saja adanya yang tidak sesuai standar, tantunya kwalitas hasilnya juga diragukan”, tutur beberapa Siswa SMP N 1 Gunung Agung, Tubaba, yang ditemui saat jam istirahat di Sekolah tersebut, Jum’at (11/9/2020).

Terpisah hal senada juga disampaikan oleh salah satu Wali murid siswa SD N 2 Penumangan Baru, Kecamatan Tulangbawang tengah, Tubaba di kediamanya. Dan ia bahkan mencemaskan keselamatan anaknya, jika Sekolah tidak dapat memenuhi unsur kelayakan, hingga standar mutu dan hasil dari pekerjaan.

“Pihak yang terlibat dalam pekerjaan itu, harus bertanggung jawab menjalankan segala ketentuan sesuai standarnya. Jangan sampek ada penggunaan material yang daoat berpengaruh pada buruknya Kwalitas hasil pekerjaan. Jangan sampek nantinya ambruk dan makan korban kayak yang di beritakan di TV dulu”, terang Heri Yanto.

Diberitakan sebelumnya;

Konstruksi Atap Rangka Baja Ringan pada Proyek pekerjaan Bangunan di beberapa Sekolah wilayah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), yang bersumber dari dana DAK Fisik Bidang Pendidikan tahun anggaran 2020, diduga menggunakan Rangka Atab Baja Ringan tak berprofil SNI 8399:2017.

Dugaan Rangka Atap Baja Ringan tak berprofil SNI 8399:2017 itu terlihat dari adanya kejanggalan yang didapati Sbuai.com dari hasil tinjau lapangan pada Proyek pekerjaan Bangunan di beberapa Sekolah Wilayah Tubaba, beberapa hari lalu, dan diduga menyalahi ketetapan dalam Permendikbud No.11 tahun 2020 tentang petunjuk operasional pelaksanaan DAK fisik Bidang Pendidikan tahun anggaran 2020.

Baca juga :  Perpotensi Jadi Usaha Masyarakat, Kadis Lingkungan Hidup Tulangbawang Barat Apresiasi Taman Anggur Kurniawan

Sekolah-sekolah tersebut diantaranya yakni SMP N 1 Gunung Agung, dengan jumlah dana DAK senilai Rp.1,5 Milyaran, dan SD N 2 Tunas Jaya, Gunung Agung, dengan jumlah dana DAk senilai Rp.470. jutaan. Dan Dana DAK Fisik Pendidikan tersebut, terbagi dalam beberapa kegiatan dalam jenis Pembangunan dan Rehabilitasi.

Kemudian SD N 2 Panaragan, Kecamatan Tulangbawang tengah, dengan dana DAK senilai Rp.500. juta, dan SD N 1 Mulya Kencana, Tuba tengah, Tubaba, dengan dana DAK berjumlah Rp.819. jutaan. Dan dana DAK tersebut juga dikerjakan dalam jenis kegiatan Pembangunan dan Rehabilitasi.

Pada lokasi pekerjaan bangunan, didapati kode SNI 4906-2007 pada material baja ringan kanal rangka atab Bangunan. Dan untuk penggunaan reng rangka atab baja ringan, bahkan tidak didapati adanya Kode SNI bahan baja ringan. Dan anehnya, hampir keseluruhan Pihak Sekolah penerima DAK tersebut, tidak dapat memberi penjelasan terkait Jaminan Konstruksi Atab Rangka Baja Ringan berprofil SNI 8399:2017 dari Badan Standar Nasional Indonesia. (BSNI).

Bahkan lebih anehnya, ketika ditanyai lebih lanjut terkait proses pelaksanaan pekerjaan Konstruksi Atab Rangka Baja Ringan pada bangunan, hampir keseluruhan Pihak sekolah penerima tersebut kurang mengetahui. Mereka mengatakan jika pekerjaan itu dikerjakan oleh pihak ke-3, namun untuk nama Perusahaanya mereka beralasan lupa.

“kalo soal SNI kami yakin akan itu, karna kita kan ada Konsultanya. Dan untuk pekerjaan  atab rangka baja ringan kita pake pihak ke-3, dan Arip yang ngesup material baja ringanya. Nah kalo untuk nama Perusahaan/CVnya kami lupa, coba saja tanya ke Dinas”, tutur Pihak Sekolah tersebut secara terpisah.

Keterangan dari beberapa Pihak Sekolah selaku pelaksana dalam Swakelola Pembangunan Fisik dari DAK Pendidikan tahun anggaran 2020 tersebut, memperkuat dugaan tentang buruknya standar Kualitas bangunan hasil pekerjaan, hususnya pada bagian Atap Rangka Baja Ringan.

Hal  tersebut makin diperparah dengan  adanya penggunaan material Baja Ringan reng yang tidak ber Kode SNI, dan pada material Baja Ringan kanal rangka atap dengan Kode SNI 4906-2007. Sementara standar SNI dari BSNI untuk profil Rangka Atap Baja Ringan adalah SNI 8399:2017.

Kondisi tersebut diduga menyalahi ketentuan tentang ketetapan penggunaan Baja Ringan seperti yang dijelaskan dalam Lampiran I Permendikbud No.11 tahun 2020 tentang petunjuk operasional pelaksanaan dana alokasi khusus fisik bidang pendidikan tahun anggaran 2020.

Dengan jelas disebutkan pada bagian III. sub A. Tentang Pemahaman Tehnis Bangunan, bahwa Pemahaman Tehnis Bangunan tuntutan yang harus dipenuhi oleh Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) sebagai pelaksana kegiatan rehabilitasi/pembangunan prasarana belajar yang dilaksanakan secara Swakelolah. Dan salah satu hal yang harus dipahami tersebut merupakan ketentuan tentang Rangka Baja Ringan seperti yang tercantum dalam Tabel 2. Pemahaman terhadap bahan bangunan.

Baca juga :  Pilkaty se-Tubaba Kemungkinan Terlaksana Di Akhir 2020

Dalam tabel tersebut pada no.10 tentang jenis baja ringan, dijelaskan bahwa kegunaan baja ringan untuk bahan konstruksi atab/Kab meliputi: kuda-kuda, nok, gording, usuk dan reng, dan balok tembok. Kemudian disebutkan jenis baja ringan untuk kegunaan tersebut memuat 3 unsur yakni, 1. terbuat dari baja ringan bermutu tinggi sebagai bahan dasar kekuatan struktur, 2.dilapisi bahan tahan karat dan diproduksi dengan mesin khusus dengan tingkat presisi yang tinggi, dan 3.bersertifikat SNI dan bergaransi minimal 10 tahun untuk produk baja ringan terpasang.

Dengan demikian sudah sangat jelas bahwa Rangka Atab Baja Ringan untuk Konstruksi rangka atab baja pada pekerjaan bangunan di tiap sekolah harus menggunakan baja ringan ber SNI mulai dari kuda-kuda, nok, gording, usuk dan reng, serta balok tembok. Sementara, pada pekerjaan konstruksi atab rangka baja di beberapa sekolah, justru didapati ada yang menggunakan reng baja ringan polos tidak terdapat kode SNI.

Bahkan kode SNI 4906-2007 yang didapati pada material baja ringan untuk kanal, merupakan ketentuan tentang standar bahan baku baja ringan, dan bukan standar untuk Baja Ringan itu sendiri. Dan standar Baja Ringan sesuai dengan ketetapan dari Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI) tentang material rangka atab baja ringan adalah SNI 8399:2017. Sehingga kuat dugaan jika konstruksi rangka atab baja ringan tersebut tidak ber SNI dan bergaransi minimal 10 tahun untuk produk baja ringan terpasang.

Ketika dikonfirmasi terkait dugaan tak ber SNI pada Konstruksi atab rangka baja ringan dalam pekerjaan bangunan di Sekolah, yang bersumber dari dana DAK Fisik Bidang Pendidikan tahun anggaran 2020 kabupaten Tubaba, Budiman Jaya, Kepala Dinas Pendidikan Tubaba enggan berkomentar, dan mengatakan jika Kabid yang mendampingi untuk informasi lebih jelas.

” Ya nanti di lihat, saya kan bukan ahli SNI. Ya tidak sesuai SNI atau apa, kan yang ngejawab yang ngerti SNI, Nanti Konfirmasi sama Badri “, kata Budiman Jaya diruangan kerjanya, Selasa (8/9/2020) lalu.

Dan terpisah, saat dikonfirmasi via telephon seluler terkait dugaan masalah pada Konstruksi rangka atab baja ringan tersebut, Badri enggan berkomentar di telpon, dan bersedia dengan komunikasi secara langsung. Dan ia hanya menyampaikan jika Pihak Disdik Tubaba siap membongkar konstruksi rangka atab baja ringan tersebut jika tidak sesuai dengan ketentuan SNI.

“Kalau tidak SNI, kami sebagai dinas pendidikan siap membongkar, jadi kami kroscek dulu, bertanya dulu dengan konsultannya, setelah kami bertanya dengan konsultan SNI atau tidak,  kalau dia tidak SNI kami siap membongkar”, ungkap Badri. (R/M)

Share :

Baca Juga

Tulang Bawang Barat

Pasien Covid RSUD Tubaba Ada Yang Selesai Menjalani Isolasi

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Kick Off Vaksin Sinovac Tahap Dosis Kedua

EKONOMI DAN BISNIS

Test

Tulang Bawang Barat

Mengaku Dikasari Suami Warga Bandar Dewa Lapor Polisi

Tulang Bawang Barat

Penyebar Video Asusila Di Facebook Ditangkap Polisi

Tulang Bawang Barat

Rapid Test 59 Orang Pejabat Pemkab Tubaba Non Reaktif

ADVETORIAL

Stand Dekranasda Kabupaten Tubaba Resmi Beroperasi Di Rest Area JTTS Km 215

Tulang Bawang Barat

Erduansyah Siap Maju Pilkaty Di Tubaba 2020 Mendatang
error: IZIN DULU BOSS