Home / Tulang Bawang

Rabu, 3 Maret 2021 - 11:52 WIB - 186 Pembaca

Kegiatan Padat Karya dari Kementerian PUPR pada Pekerjaan Preservasi Jembatan Ruas Jalan SP Pematang Panggang – SP Bujung Tenuk Tuba Sarat Permasalahan.

Tulangbawang (Sbuia.com)

Paket Pekerjaan Preservasi Jembatan Ruas Jalan SP Pematang Panggang – SP Bujung Tenuk, Olehyang dimenangkan oleh PT. Seyuren Indonesia dengan nilai penawaran Rp.6.629.854.400, yang pelaksanaanya dilakukan oleh satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Provinsi Lampung tersebut  diduga kuat sarat permasalahan.

Pekerjaan Preservasi Jembatan Ruas Jalan SP Pematang Panggang – SP Bujung Tenuk di Kabupaten Tulangbawang ini merupakan kegiatan padat karya tunai (PKT) dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Melalui Ditjen Bina Marga dan Pelaksanaan dilakukan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN/BPJN) Provinsi Lampung, pada tahun anggaran 2021 dalam item pelaksanan pekerjaan pembangunan drainase banyak sekali ditemukan dugaan permasalahan, muali dari pemakaian peralatan berteknologi, penggunaan tenaga kerja yang tidak sesuai, serta pembangunan fisik yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Dari pantauan Wartawan dilapangan pada item pekerjaan pemasangan batu belah  untuk drainase yang dilakukan oleh pelaksana pekerjaan ditemukan adanya dugaan pengurangan volume yang dilakukan oleh pihak pekerja,  hal tersebut nampak jelas pada pasangan batu belah drainase yang telah terpasang, dari ketebalan batu belah yang telah terpasang dari ketinggian 0 sampai dengan 80 CM berbeda, pemasangan batu belah dengan ketinggian dari 0-65 cm ketebalan mencapai 10 cm, sedangkan dari ketinggian 65 – 80 cm ketebalan 20 cm.

Jika dilihat  pada pekerjaan tersebut sebelum  pelaksana para pekerja melakukan pemasangan batu belah atau pondasi drainase, pekerja telah melakukan pemasangan bowplank/begisting menggunakan kayu/ tali sebagai acuan tanda ukuran pemasangan batu sama agar tidak meleset, tidak melebihi atau kurang dari volume ukuran yg sudah ditentukan

Yang artinya untuk volume ukuran pada pekerjaan tersebut sudah ditentukan pada ketinggian dari bawah sampai dengan keatas batas tanah galian pemasangan batunya hanya memakai susunan satu batu belah saja, setelah itu barulah dilanjutkan dengan ketinggian 15 CM dipasang susunan batu belah dengan ketebalan tebal 20 CM.

Baca juga :  Satresnarkoba Tuba Tangkap Bandar Sabu Warga Bujung Tenuk.

Sedangkan dari keterangan salah satu pekerja mengatakan, untuk pekerjaan pasangan batu belah drainase ketebalannya 20 cm dan ketinggian pasangan batu belah 80 cm.

Jadi sudah sangat jelas dari keterangan para pekerja dan dari hasil pekerjaan pemasangan batu belah yang telah selesai dikerjakan sangat berbanding kebalik, seharusnya pemasangan batu belah tersebut dari atas samapai bawah ketebalannya sama 20 CM, kuat dugaan pengurangan volume pada pekerjaan pasangan batu belah drainase yang dilakukan pihak pelaksana telah merugikan keuangan Negara.

Selain itu pihak Pelaksana nampak terlihat dalam pelaksanaan pekerjaan diduga menggunakan peralatan berteknologi, pada item pekerjaan penggalian tanah, pada penggalian tanah pihak pelaksa  diduga menggunakan alat berat jenis Eksapator begitu juga pada pekerjaan pemasangan batu belah, pengadukan semen menggunakan alat concrete mixer/ mesin molen pengaduk semen, untuk pemakaian tenaga kerja manusia hanya dipakai untuk pemasangan batu belah saja, serta para tenaga kerja diambil dari luar Kabupaten Tulangbawang.

Berdasarkan dari keterangan dan informasi yang berhasil diperoleh dari para pekerja dan warga sekitar lokasi pekerjaan tersebut, menjelaskan penggalian tanah ini bukan kami yang mengerkan, kami hanya  memasang batu belah dan perapihan semen saja, sedangkan untuk mengaduk semen itu dikerjakan oleh alat mesin molen yang ada di situ, sambil menunjuk kearah mesin molen yang sedang bekerja mengaduk semen, Sujitman salah satu tenaga kerja yang merupakan Warga Kabupaten Pringsewu, (28/2).

Untuk pekerjaan galian tanah, Lanjut Sujiman, itu menggunakan alat berat Excavator, yang pasti kami datang penggaliannya sudah selesai dikerjakan, Kami hanya diminta untuk mengerjakan pemasangan batu belah dan pengacianya saja.

Baca juga :  Pererat Tali Persaudaraan, Hendriwansyah Bersilaturahmi Dengan Keluarga Besar Hanan A Rozak

Para pekerja tidak ada warga Tulangbawang, semua dari Kabupaten luar, Kemarin yang bekerja dari Pringsewu 6 orang sekarang cuma  4 orang saja, 2 temannya sudah pulang ke pringsewu, jelas Sujiman.

Dilokasi yang sama Pangat yang juga salah satu pekerja di pekerjaan Preservasi drainase di Jalan Lintas Timur Tuba, menjelaskan bahwa dia merupakan warga Bandar Lampung bukanlah warga penduduk disini Ia dan teman nya hanya bekerja disini dan ngontrak di Kampung Kahuripan Jaya.

Pangat juga menjelaskan  Jumlah yang bekerja  disini berjumlah 12 orang dan rencana besok akan nambah pekerja lagi sekitar 20 orang merupakan warga luar dari kabupaten lain bukan warga lokal sini.

“saya dan teman disini hanya bekerja pasangan batu saja,Untuk pekerjaan galian drainase sudah digali pihak perusahaan” ungkap Pangat

Untuk sistem pembayaran gaji para pekerja sediri  dibayar dengan hitungan hasil pekerjaan yang terpasang pasangan batu drainase  yaitu  per hari pasangan Rp.100.000 pembayaran nya seminggu satu kali, jelas Pangat.

Dari keterangan diatas kuat dugaan pelaksanaan pekerjaan Preservasi drainase di jalan lintas Timur Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulangbawang pada tahun anggaran 2021 yang dilaksanakan BBPJN/BPJN Provinsi Lampung, yang merupakan Program padat Karya Kementerian PUPR, tidak sesuai dengan prinsip kegiatan padat karya pada Surat Edaran No 8/SE/Dd/2020 tentang Mekanisme Padat Karya Dirjen Bina Marga, yaitu Banyak menyerap tenaga kerja, baik pengangguran, setengah pengangguran atau miskin, peralatan yang dipergunakan merupakan peralatan sederhana.

Samapi berita ini diturunkan pihak Pelaksana pekerjaan baik dari pihak rekanan maupun pihak BBPJN/BPJN Provinsi Lampung belum berhasil untuk dikonfirmasi. (Mr/Joni).

Share :

Baca Juga

Tulang Bawang

Dukung Kriteria Kabupaten Layak Anak, 30 Perusahaan Di Tuba Bentuk Asosiasi

Tulang Bawang

Lima Personel Polres Tuba Dapat Reward

Tulang Bawang

Berhutang Dengan Toko, Harga Matrial Bangunan Bedah Rumah Di Tuba Melambung Tinggi

Tulang Bawang

Genjot PAD, Bapenda Tuba Roadshow Monev Pencapaian Target PBB-P2

Tulang Bawang

Evaluasi Pelayanan Kesehatan Hj. Winarti Kunker Ke RSUD Menggala

Tulang Bawang

Inspektorat Tuba Dalami Dugaan Masalahan Pada Tender Kegiatan Pembangunan Tugu Simapng Penawar Lanjutan Milik Dinas PUPR Setempat

ADVETORIAL

DPRD Tulang Bawang Gelar Paripurna Pembahasan Tingkat 1 Atas 11 Raperda Kabupaten Setempat

Tulang Bawang

Putusan MK Jadikan Alasan Bapenda Tidak Menarik PPJ Non PLN 1,5 %,
error: IZIN DULU BOSS