Home / NASIONAL / Tulang Bawang

Rabu, 29 Juli 2020 - 02:40 WIB - 234 Pembaca

Dugaan Masalah Pada Tender Proyek Pembangunan Tugu Simpang Penawar Lanjutan Milik Dinas PUPR Tulang Bawang Tahun 2020 Beraroma Persekongkolan Elit Petinggi

Tulang Bawang – (Sbuai.com)

Dugaan permasalahan dalam penentuan pemenang pada Tender Proyek Pembangunan Tugu Simpang Penawar Lanjutan, milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang tahun anggaran 2020 dengan nilai pagu Rp.4 Milyard, makin menguat dengan dugaan adanya pengondisian yang terencana, hingga berindikasi pada dugaan adanya permainan para Elit Petinggi Wilayah Setempat.

Dugaan adanya permainan oleh para Elit Petinggi Tulang Bawang tersebut, jelas terlihat dengan adanya Rekaman yang diperoleh Sbuai.com beberapa waktu lalu dari sumber yang enggan disebutkan. Dalam Rekaman itu, terdengan jelas percakapan dari beberapa orang yang diduga merupakan Elit Petinggi Tuba, dan membahas hal-hal terkait Pihak pemenag dalam Tender dari Proyek Pembangunan Tugu Simpang Penawar Lanjutan milik Dinas PUPR Tulang Bawang tahun anggaran 2020.

Beberapa orang yang diduga sebagai Elit Petinggi di Tuba, dan terdengar namanya disebutkan saat  percakapan dalam Rekaman tersebut diantaranya yakni Usman, Frans, dan Pihak Rekanan. Kemudian tersebutkan juga nama dari Pihak Dinas PUPR Tulang Bawang yakni, Kabid Cipta Karya, Pejabat Pembuat Komitment (PPK), di salah satu Hotel Wilayah Bandar Lampung. Dan bahkan dalam Rekaman itu juga disebutkan salah satu Elit Petinggi Tulang Bawang, yakni Kepala Dinas (Kadis) PUPR, dan Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Tulang Bawang.

Dalam Rekaman terseut dengan jelas terdengar percakapan beberapa orang yang membahas hal terkait penentuan salah satu Perusahaan sebagai pemenang Lelang dalam Tender Proyek Pembangunan Tugu Simpang Penawar Lanjutan di Tuba. Dan secara umum pembicaraan tersebut  mengarah pada duga adanya persaingan yang tidak sehat dalam kegiatan usaha, yang ditindak dengan tersusun dan terencana dalam Lelang Pemilihan Penyedia pada Pekerjaan Jasa Konstruksi di Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Tuba.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, Rekaman yang memuat isi percakapan itu terjadi dalam sebuah pertemuan pada tanggal 14 Juni 2020 lalu. Dan pertemuan itu berlangsung sekitar pukul 16:30 WIB, di Kafe Hotel Gren Praba, Bandar Lampung. “Pertemuan itu seingat saya sekitar jam 4:30 sore, di Kafe Hotel Gren Praba, Bandar Lampung, pada 14 Juni 2020 lalu”, ucapnya.

Lebih lanjut Sumber tersebut menuturkan jika, pertemuan itu dihadiri oleh beberapa Orang yang ia nilai merupakan Pihak-pihak yang cukup berpengaruh dalam keberlangsungan Pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang. Mulai dari Pihak yang menurutnya Orang dekat dengan Orang no satu di Tuba, dan dari Pihak Oknum Penyedia, serta beberapa Orang yang merupakan Pihak dari Dinas PUPR Kabupaten Tuba. “Yang hadir itu setau saya ada Usman, dan Frans Kader PDI P, yang juga, orang dekatnya Orang no satu di Tuba. Kemudian ada Agung (Oknum) Penyedia/Rekanan, serta Ruly Rinaldi (PPK)/Kabid Cipta Karya dari Dinas PUPR Tuba”, tuturnya.

Baca juga :  Razia Malam Hari Enam Motor Dan Seorang Pemuda Diamankan Polisi

Secara singkat Sumber tersebut menerangkan jika Pertemuan dari emat orang itu setaunya membahas tentang Paket Proyek pekerjaan pada Dinas PUPR Tuba tahun anggaran 2020. Namun, Dirinya mengaku sangat curiga jika pembahasan tersebut merupakan rencana yang disusun guna pengondisian pemenang bagi Pihak tertentu, karna dilaksanakan bukan pada tempatnya.

“Pertemuan itu setau saya pembahasan terkait penetuan Pemenang untuk salah satu Prusahaan peserta dalam Lelang pekerjaan Pembangunan Tugu Simpang Penawar Lanjutan. Sementara, untuk Lelang Proyek itu sendiri setau saya itu dalam Proses Lelang tahap Evaluasi Harga Satuan”, terangnya.

Sumber tersebut menambahkan jika Agung selaku Pihak Rekanan juga mengakui jika Perusahaanya merupakan salah satu Perusahaan yang menjadi Peserta dalam Lelang Proyek Pembangunan Tugu Simpang Penawar Lanjutan Dinas PUPR Tuba tahun anggaran 2020. Dan menurutnya Agung juga mengakui Perusahaanya adalah pringkat/rengking satu dalam harga penawaran namun, gugur dengan kendala soal SBU Prusahaan. Dan hal tersebutnya yang menjadi alasan diadakanya pertemuan oleh beberapa orang tersebut.

“Prusahaan milik Agung gugur karna Dokument SBU Prusahaan yang dilampirkan itu SBU sementara. Dan untuk informasi lebih jelas lagi, bisa dengerin  langsung dalam Rekaman pertemuan itu. Mulai dari Prusahaan mana dan bagaimana cara menggugurkan saat Pree Award Meeting, serta Prusahaan mana yang diminta untuk dimenagkan dan kini jadi kenyataan”, tambahnya.

Untuk Usman dan Prans sambung Sumber tersebut, mereka kemudian menjelaskan hasil pertemuan dengan petinggi Elit Tulang Bawang kepada Ruly dan Agung. “dalam tersebut Usman meniru ucapan dari Dari petinggi tersebut yang mengatakan, kalau tugu kan sudah santer bahwa bang Prans yang menang pertahankan katanya itu, kan gitu, tolong sampaikan kekawan kita di Bandar Lampung, si Agung siap dibalik layar, nanti semua kontraktor ngarah kesitu semua, bereskan sama kawan di Bandar Lampung, Cuma gimana kita mau ngatur sekarang, selesaikan dulu uang-uang sudah masuk itu, masak kita mau bayar utang orang, maka kalau itu tidak kita balikin, ya sudah kita aja semua yang ngambil itu proyek, jangan dibagikan, kita Rab sendiri aja, seratus juta, atau berapa milyar itu”, sambungnya.

Berdasarkan Rekaman dari Sumber tersebut, dalam Lelang Penyedia paket pekerjaan Tugu Simpang Penawar Lanjutan, Ruly mengatakan bahwa Ia dicurigai ikut bermain dalam lelang tersebut, kalau emang Ruly bermain pasti

Kemudian Agung menjelaskan bahwa perusahan yang ia pakai saat itu mendapat rengking pertama dalam penawaran, akan tetapi perusahaannya gugur di (SBU). Walaupun perusahan pringkat pertama gugur, nanti kita usahakan yang peringkat ketiga, tenaga anginnya di akhir nanti di saat Pre Award Meeting (PAM),tolong lah cambuk api gantian, ujar Agung kepada Ruly.

Baca juga :  Tingkatkan Pelayanan, Pengadilan Negeri Menggala Luncurkan Aplikasi Whatapp 'SiBersi'

Dan Ruly menjawab bahwa perusahan dari Aceh bener – bener lengkap, mulai dari dukungan matrial di toko memang benar benar lengkap jadi tidak bisa di gugurkan di pokja, sebenernya kalau bisa gugur di Pokja sebenernya lebih bagus, paling nanti saat PAM saya minta tolong Ibram selakuku konsulatan perencana kan dia juga peengawas dilapangan, nanti kita panggi direkturnya satu-satu, kita cecer abis, dokumennya ujar Ruly.

Selanjutnya Usman meminta kepada Ruly Kalau perusahaan yang satu gugurkan masih ada yang nomor tiga, kalau nanti persuhaan kita saat PAM kita sambil ngopi aja diman gitu, Ruly menjawab nah ini ni, sambil tertawa, Formalitas, dah bang nanti kita Pre Award Meeting di Selebris saja, ujar Ruly sambil tertawa.

Jadi sudah sangat jelas dari data rekaman yang berhasil diperoleh, Pihak Kabit Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Tulangbawang  dan juga sebagai PPK Proyek Pekerjaan Tugu Simpang Penawar Lanjutan tahun anggaran 2020 dengan Pagu Rp 4 Milyard, dengan Pihak rekanan dan tim sukses Winarti tersebut, disinyalir merupakan salah satu permufakan jahat untuk mengkondisikan paket pekerjaan pada salah satu rekanan atau perusahan penyedia, hal itu dapat dikatogorikan sebagai persaingan tidak sehat.

Perbutan tersebut diduga telah melanggar Undang – Undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Sampai berita ini di terbitkan Ruli Kabid Cipta karya sekaligus PPK kegiatan Tugu Simpang Penawar lanjutan tidak bisa ditemui dikantor Dinas PUPR Tuba, ketika akan ditemui dikantornya kemarin Pol PP yang bertugas menjaga Kantor dinas PUPR Tuba mengatakan, Bapak Ruly sedang rapat tidak bisa di gangu, dan saat dihubungi melalui telepon tidak di angkat.

Puncak Setiawan Kepala Dinas PUPR Tuba saat dikonfirmasi terkait dugaan permaianan dalam pelaksanaan Lelang Proyek   milik SKPDnya, yang berindikasi pada dugaan adanya persekongkolan para Elit Petinggi Tulang Bawang. seusai Hearing di Sekretariat DPRD Tuba Senin, (27/8/2020), mengatakan jika pelaksanaan Lelang Proyek  tersebut telah dilaksankan sesuai dengan ketentuanya.

“Tidak ada pengaturan tidak ada pengondisian dan saya sudah memerintahkan jajaran saya berjalan sesuai aturan yang ada. Dan terkait soal rekaman, itu bisa diklarifikasi dan ada Wadah untuk menanganinya”, kata Puncak. (E/M)

Share :

Baca Juga

Tulang Bawang

Winarti Solat Tarawih di Masjid Islamic Center Menggala.

Tulang Bawang

Penetapan Tenaga Teknis Perencana Dan Pengawas DAK Fisik Bidang Pendidikan Tuba Diduga Salahi Dua Peraturan

NASIONAL

Dugaan Proyek DAK Gunakan Baja Ringan Tak Ber-SNI, Disdik Tantang DPRD Tinjau Langsung Ke Lapangan

Tulang Bawang

Polisis Indentifikasi Penemuan Mayat Pria Paruh BayaDi Tulang Bawang

NASIONAL

Bidang Kepariwisataan Membutuhkan Sentuhan Ahli Kecerdasan Liguistik

Tulang Bawang

Dua Warga Banjar Agung Pelaku Curas Ditangkap Polisi, Begini Modusnya

Tulang Bawang

Satresnarkoba Tuba Tangkap Bandar Sabu Warga Bujung Tenuk.

Tulang Bawang

Pelaku Curas Terhadap Pelajar Di Banjar Margo Berhasil Ditangkap
error: IZIN DULU BOSS