Home / NASIONAL / Tulang Bawang Barat

Selasa, 16 Juni 2020 - 16:26 WIB - 109 Pembaca

Dugaan Masalah Pada Program Padat Karya Tunai Dana Desa Di Tubaba Berindikasi Adanya Unsur Kesengajaan

Tulangbawang Barat – (Sbuai.com)

Dugaan permasalahan pada penerapan Program Padat Karya Tunai dalam pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa/Tiyuh Wilayah Kabupaten Tulangbawang Barat tahun 2018, berindikasi pada Pelaporan pelaksanaan padat karya tunai Hari Orang Kerja (HOK) diduga fiktip sebagian.

Kejanggalan pada tahap awal dalam penerapan Program Padat Karya Tunai dalam pengelolaan DD, kembali didapati di Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tbt, Tubaba. Saat dikonfirmasi terkait perihal tersebut Selasa, (16/6/2020) di Balay Tiyuh setempat, Sapto Kepalo Tiyuh didampingi Romdon Juru Tulisnya juga menegaskan jika Padat Karya Tunai tersebut telah diterapkan sejak 2018 lalu dan sesui dengan ketentuan.

“Padat Karya Tunai dalam pengelolaan DD Tiyuh, itu sudah kita terapkan sejak tahun 2018 lalu. Itu semua sudah terlaksana dengan melibatkan masyarakat kita, dan kami yakin sesuai dengan ketentuanya”, tegas Sapto dan Romdon.

Namun anehnya ketika ditanya lebih lanjut tentang masyarakat yang turut dalam kegiatan Padat Karya Tiyuh tersebut, Mereka tidak bisa memberi penjelasan dan kembali mengatakan jika semuanya sudah sesuai dengan ketentuan.

“Kalo Calon Daftar Pekerja, kami memang tidak ada. Tapi untuk Daftar Pekerjanya, itu ada dan sudah diperiksa semuanya oleh Pihak Inspektorat sebanyak 3 kali dalam setahun”, tutur mereka.

Lebih lanjut Sapto dan Romdon juga mengatakan jika semua rangkaian dalam penerapan Padat Karya Tunai, itu sudah sesuai. Dan didalam pengelolaan tersebut, Pihak Tiyuh selalu berkoordinasi dengan Tim Pendamping Desa, dan adanya pemeriksaan dari Pihak Inspektorat Kabupaten Tubaba. Namun anehnya, Mereka tidak dapat memberika keterangan lebih lanjut saat ditanyai terkait Tujuan, Sasaran, dan Penerima manfaat dari Padat Karya Tunai di Tiyuh tersebut.

“Setiap pengelolaan, hingga pelaporan, kita selalu berkoordinasi dengan Pendamping Desa, jadi ya pastinya sesuai dengan instruksi. Bahkan untuk pelaporan saja, itukan ada pemeriksaan dari Inspektorat Kabupaten 3 kali setahunya. Tapi, kalo soal bagaimana capaian dari tujuan Padat Karya Tunai, Kami rasa ya itu sudah pasti buat warga kami. Hanya saja, berapa persen dampaknya itu belum kita lihat”, papar Mereka.

Baca juga :  Penyebar Video Asusila Di Facebook Ditangkap Polisi

Dalam Juknis penggunaan DD tahun 2018 untuk padat karya disebutkan bahwa target sasaran dari program padat karya yaitu masyaraka desa yang merupakan masyarakat prasejahtra dan sejahtra I yang datanya diperoleh dari BKKBN, masyarakat pengangguran dan setengah pengangguran yang pendatannya dilakukan oleh pemerintah desa didampingi oleh pendamping desa dari tingkat RT dan RW, anggota keluarga yang balitanya terkena gizi buruk.

Kreteriamasyarakat itulah yang nantinya akan jadi calon pekerja, setelah pemerintah desa memiliki data calon pekerja atau target sasaran program padat karya, barulah pemerintah desa menyusun anggaran padat karya tunai sebesar 30% dari total anggaran pembangunan inprastruktur desa, lalu tahap berikutnya dalam pelaksanaan baru pemerintah desa membuka pendaftaran calon pekerja yang datanya telah ada dalam daftar calon pekerja di pemerintah desa.

Pada tahap evaluasi dan pelaporan pemerintah kampung melaporkan data masyarakat miskin, pengangguran dan setengah pengagur, balita yang terkena gizi buruk di desanya masing-masing, selanjutnya laporan pengguna HOK, dan data para pekerja laki-laki dan perempuan, masyarakat miskin, pengangguran setengah pengagguran dan keluarga balita terkena gizi buruk yang menjadi pekerja pada program padat karya.

Jadi Pemerintah Tiyuh dalam melaksanakan Kegiatan Program padat karya harus adanya Daftar Calon Pekerja. Bahkan, Daftar Calon Pekerja tersebut merupakan penentu dari tahap Perencanaan, Pelaksanaan, hingga Pelaporan Pihak Tiyuh kepada Bupati dan Kementrian Desa.

Pada berita sebelumnya disebutkan bahwa di Tiyuh Kagunagan Ratu dan Tiyuh Candra Jaya, Kecamatan Tbu, Kabupaten TBB, Program padat karya tunai yang bersumber dari DD tahun anggaran 2018 diduga kuat tidak sesuai dengan juknis penggunaan DD tahun 2018 untuk padat karya tunai.

Baca juga :  Tubaba Terbaik Ke-3 Capain Kinerja Program Siwab Se-Lampung

Didapati berbagai kejanggalan pada tahap persiapan awal Penerapan Program Padat Karya Tunai dalam pengelolaan DD tahun 2018. Kejanggalan tersebut hampir mayoritas sama, dimana Pihak Tiyuh tidak dapat memberi keterangan terkait daftar Calon Pekerja yang merupakan salah satu dasar keberlangsungan Padat Karya Tunai di Tiyuh-tiyuh tersebut.

Seperti di Tiyuh Kagunagan Ratu, Kecamatan Tbu, Kabupaten Tubaba. Meskipun Tri Haryanto telah menegaskan jika Padat Karya Tunai dalam pengelolaan DD 2018 sudah sesuai dengan ketentuan. Dirinya justru terkesan bingun ketika ditanyai lebih lanjut soal daftar Calon Pekerja untuk Padat Karya Tunai yang ada pada Tiyuhnya.

Kemudian, hal serupa juga didapati di Tiyuh Candra Jaya, Kecamatan Tbu, Kabupaten Tubaba. Ditemui beberapa hari lalu, Kusno Kepalo Tiyuh tersebut juga menegaskan jika penerapan Padat Karya Tunai di Tiyuhnya sudah sesuai ketentuan. Namun, Ia juga tidak dapat memastikan jika Tiyuhnya memeliki Daftar Calon Pekerja untuk kegiatan tersebut, karna untuk pekerja itu ditunjuk oleh apatur setempat.

Bahkan lebih anehnya, saat dikonfirmasi kembali pada Selasa, (16/6/2020) terkait penerapan Padat Karya Tunai di Tiyuh Candra Jaya tersebut, keterangan yang diberikan oleh Juru Tulis Tiyuh dan TPK Tiyuh berbading terbalik dan terkesan adanya permainan.

Pernyataan Kusno Kepalo Tiyuh yang sebelumnya pernah mengatakan jika Padat Karya Tunai itu dikerjakan pada lokasi tersendiri, dan untuk pembayaran upah pekerjanya dengan pola hitung hasil luas kerja, itu dibantah oleh Juru Tulis dan TPK. Menurut mereka itu, dibayarkan dengan pola HOK, hanya saja penganggaran sesuai dengan volume hasil kerja. (M/M)

Share :

Baca Juga

ADVETORIAL

Zaidan Fathuna Siswa SMPN I Tumijajar toreh Prestasi PSHT II Tingkat Kabupaten

ADVETORIAL

DPRD Tulang Bawang Barat Sahkan Lima Raperda

Tulang Bawang Barat

Sambut Mahasiswa KKS, Umar Ahmad Sampaikan Sejumlah Pesan

ADVETORIAL

Tingkatkan Sinergitas Dan Profesionalisme DPRD Tubaba Cofee Morning Dengan Sejumlah Pihak

Tulang Bawang Barat

22 Selesai Isolasi Pasien Covid-19 Di Tubaba Kembali Bertambah

ADVETORIAL

Umar Ahmad Terima Penghargaan WTP Pemkab Tubaba Yang Ke-9

ADVETORIAL

Peduli Penanganan Covid-19 Penggiat Pendidikan Di Tubaba Beri Bantuan Dana Pada Puskesmas se-Tubaba

Tulang Bawang Barat

Warga Tubaba Harapkan Percepatan Perbaikan Jalan Dua Jalur
error: IZIN DULU BOSS