Home / Tulang Bawang Barat

Rabu, 21 Juli 2021 - 06:02 WIB - 180 Pembaca

Bupati Tubaba Diminta Hentikan Penarikan Retribusi Terminal Mulya Asri

Tulang Bawang Barat (Sbuai.com)

Bupati Tubaba Diminta Hentikan Penarikan Ritribusi Terminal di Pasar Mulyo Asri.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dihimbau tidak lagi memungut retribusi terminal kepada sopir angkutan umum penumpang dan angkutan umum barang di Simpang Pasar Mulyo Asri Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) karena tidak ada fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada mereka.

Jangan ada lagi penarikan retribusi terminal terhadap angkutan umum penumpang dan barang yang melalui jalur Pasar Mulyo Asri, karena Dishub tidak memberikan fasilitas kepada kendaraan angkutan umum penumpang dan barang yakni fasilitas dan pelayanan terminal, kata Pengamat Pembangunan Tubaba di ruang kerjanya Sehendri Kemarin (20/7).

Menurut Suhendri, penarikan ritribusi terminal dapat dilakukan Dishub apabila kendaraan yang ditarik memanfaatkan atau menggunakan fasilitas dan pelayanan terminal itu sendiri. Artinya kendaran tersebut harus masuk dilokasi terminal untuk melakukan bokar muat penumpang atau parkir/ngetem, serta menggunakan fasilitas di lokasi terminal itu sendiri, bukan yang cuma hanay melintasi saja.

Pemungutan ritribusi terminal yang dilakukan Dishub Tubaba, menurut dia sangat aneh, selain penarikan ritribusi yang dilakukan jauh dari lokasi terminal, pelayanan didalam terminal tidak ada, gedung yang dijadikan terminal pun bukan sperti banguna terminal pada umumnya.

” Didalam terminal gak ada aktifitas pelayanan dari Dishub, gedungnya pun tidak terawat”

Penarikan ritibusi menambah beban kewajiban para sopir angkutan umum penumpang dan barang, sebaliknya fasilitas dan pelayanan terminal tempat mobilnya mangkal mencari penumpang justru tidak ada, katanya.

Kalau kita melihat peraturan Undang-undang No 28 tahun 2009 tentang Pajak daerah dan Ritribusi daerah, seharus Pemerintah daerah sebelum menetapkan tatacara dan besaran ritribusi sebuah objek untuk dijadikan salah satu objek PAD, Pemerintah daerah harus memiliki fasilitas dan pelayanan objek yang akan dijadikan salah satu PAD di suatu daerah.

Seharusnya Pemerintah Daerah dan Pihak DPRD setempat lanjut Suhendri, sebelum mebuat peraturan daerah (Perda) terkait tata cara dan besaran tarif ritribusi terminal, terlebih dahulu mengecek apakah Pemerintah Daerah setempat telah memiliki fasilitas dan pelayanan terminal, kalau emang tidak ada, aturan ritribusi terminal tidak perlu dibuat, agar tidak menjadi target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca juga :  Fauzi Hasan Hadiri Acara Hut Ke-7 Fajar Surya TV

Terkait penarikan ritribusi terminal telah diatur dalam dalam Pasal 18 pada Perda No 5 tahun 2012 tentang Ritibusi Jasa Usaha Kabupaten setempat, menurut Suhendri, Bupati Tubaba membuat Surat Edaran (SE) untuk menghentikan pumungutan ritribusi terminal ini, hingga Pemerintah Daerah setempat memiliki fasilitas dan pelayanan terminal di Mulyo Asri, tambahnya.

Suhendri berharap, Agar Bupati dapat tegas untuk menghentikan penarikan ritribusi terminal dengan membuat SE karna penarikan ritribusi terminal yang dilakukan Dishub tidak memiliki fasilitas dan pelayanan terminal, hal itu bisa disebut Pungli, walaupun penarikan ritribusi ini sudah di atur dalam Perda , tutupnya.

Berita sebelumnya Penarikan retribusi terminal yang dilakukan Dishub Tubaba di persimpangan jalan Mulyo Asri yang jauh dari lokasi terminal terhada setiap kendaraan mobil penumpang umum dan pengangkut barang yang melintas di jalan Mulyo Asri, diduga pungutan liar (Pungli), pasalnya di lokasi itu tidak ada fasilitas dan pelayanan terminal.

Hal itu tidak sesuai dengan Pasal 127 huruf D Undang-undangan No.28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Objek Retribusi Terminal adalah pelayanan penyediaan tempat parkit untuk kendaraan penumpang dan bis umum, tempat kegiatan usaha, dan fasilitas lainya di lingkungan terminal yang disediakan, dimiliki, dan/ataw dikelola oleh Pemerintah Daerah.

Berdasarkan hasil pantawan di Lapangang, penarikan ritribusi terminal di Simpang jalan tepatnya didepan Pasar Mulya Asri terhadap kendaran bus penumpang umu dan pengangkut barang yang melintas dilakukan oleh dua orang oknu berseragam Dishub, dengan memberhentikan kendaraan dengan meminta sejumlah uang yang berfariatif kepada para sopir.

Setiap saya melintas di jalan depan pasar Mulyo Asri membawa muatan barang, pasti petugas Dishub yang berjaga memberhentikan laju kendaraan saya dengan meminta uang sejumlah Rp 2.000/ kepada saya, ujar Yanto pengemudi truk bermuatan singkong yang melintasi jalan Mulyo Asri, belum lama ini (15/7).

Baca juga :  Fauzi Hasan Buka Turnamen Sepak Bola "Bupati CUP 2020" Jelang Hut Ke-11 Kabupaten Tubaba

” setiap mobil truk dengan muatan singkong yang saya bawa lewat pasi oknum petugas Dishub yang berjaga pasti memberhentikan laju kendaraan yang saya bawa, untuk meminta uang Rp 2.000, katanya uang ritribusi terminal, padahal mobil kita kan gak masuk kedalam terminal”, ujar Yanto.

Petugas Dishub yang meminta uang ritribusi terminal, jarang memberikan karcis ritribusi terminal itu kepad kami, walau kami sudah membayar sejumlah uang sesuai yang mereka (petugas Dishub) pinta.

” Kalau untuk karcis ritribusinya sendiri, kadang diberikan kadang gak, oleh para petugas penarik ritribusi” ujar Yanto.

Ditempat yang berbeda, Supri yang juga merupakan supir muatan barang, membenarkan adanya penarikan ritribusi terminal yang dilakukan petugas Dishub di depan Pasar Mulyo Asri, karcisnya ritribusi kadan dikasih kadang gak walaupun kita telah membayarnya.

“Kalau jumlah uang ritribusi terminal yang dimintak sih sedikit, tapi kalu dikali banyak sopir yang ditarik, kan uangnya lumayan banyak juga, dan itu sangat membebani kami sebagai sopir yang melintasi jalan ini”

Tapi yang lebih mengherankan, kenapa Pemerintah Daerah setempat, menetapkan ritribusi terminal sedangkan fasilitas dan pelayanan terminalnya tidak ada. Apakah penarikan ritribusi terminal itu dapat dikategorikan sebagai Pungli, ucapnya.

Terkait tidak adanya fasilitas dan pelayanan terminal, akan tetapi penarikan ritribusi terminal tetap dilakukan Kepala Disbuh Tubaba Marwan membenarkan bahwasanya Terminal Mulyo Asri, tidak ada fasilitas dan pelayanan terminal milik Dishub Tubaba, karna bangunan yang digunakan merupakan memanfaatkan bangunan ruko yang belum jadi, bukan bangunan yang dibangun khusus untuk terminal oleh Pemerintah, sehingga pelayanan terminal tidak dapat dilakukan sebagaimana terminal pada umumnya.

“Bangunan Terminal Mulya Asri, Bangunan itukan Ruko dari investasi milik orang yang gagal dan bukan Bangunan dari Pemerintah, sehingga tidak memungkinkan untuk dipergunakan sesuai ketentuan Fasilitas Terminal sebagaimana mestinyaā€¯, ungkap Marwan dengan gamblang. (M/i)

Share :

Baca Juga

Tulang Bawang Barat

Umar Ahmad Hadiri Grand Opening BeningNET Di Tiyuh Pulung Kencana

NASIONAL

Program Padat Karya Tunai Dalam Pengelolaan Dana Desa Di Tiyuh Wilayah Kabupaten Tubaba Diduga Kangkangi Juklak Dan Juknis

Tulang Bawang Barat

Tiyuh Jaya Murni Tubaba Bangun Rigit Beton Dengan Anggaran Dana Desa

Tulang Bawang Barat

Kornelia Umar Buka Acara Seminar Kesehatan IBI Di Tubaba

PEMBANGUNAN DESA

Filosofi Nama Desa, Tiyuh Pagar Buana Di Tubaba Bangun Tiga Tugu Icon

Tulang Bawang Barat

BPT Se-Kecamatan Gunung Terang Tubaba Ikuti Pelatihan Dan Pembekalan Di Dua Lokasi

Tulang Bawang Barat

Polisi Tubaba Berhasil Ringkus Pelaku Curat Di Wilayah Gunung Terang

Tulang Bawang Barat

Fauzi Hasan Harapkan Musrenbangcam Tubaudik Tergagas Program Sesuai Kebutuhan
error: IZIN DULU BOSS