Home / DAERAH / Tulang Bawang

Senin, 17 Januari 2022 - 18:30 WIB - 85 Pembaca

2021 Tuba Masuk 5 Besar Nasional Penurunan Stunting Terbaik.

Tulangbawang (Sbuai.com)

Dinas Kesehatan Tulangbawang menggelar acara mengenai perihal publikasi data pengukuran pertumbuhan dan perkembangan balita di Kabupaten Tulangbawang Tahun 2021. Acara tersebut digelar di aula dinas Kesehatan Tuba, Kamis (13/01/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Tuba Ir.Anthoni,MM, Kadis PMK Drs. Yen Dahren, M.A.P, Kadis Pendidikan Ristu Irham, Spd.MM, Bappeda Litbang Kab.Tuba Dicky Soerahman, SE, Kadis PPPA Dra.Desia Kesumayuda, M.Si, Camat Menggala Anis Andriyanto, SE., MM, Kemenag Tuba, OPD team konvergensi penurunan stunting, Camat se-Kabupaten Tuba, Kepala Kampung, Kepala Puskesmas, serta tenaga pengelola gizi kabupaten Tuba.

Permasalahan stunting atau gagal tumbuh pada anak masih menjadi suatu permasalahan mendasar, apalagi selama pandemi Covid-19 yang memberikan pengaruh terhadap kesehatan.sehingga perlu diingatkan pentingnya penanganan stunting, apabila tidak ditangani serius dampaknya antara lain,Gagal tumbuh (berat lahir rendah,kecil, pendek dan kurus).
Hambatan perkembangan (kognitif dan motorik), dan Gangguan Metabolik.

Kabid Kesmas Dinkes Provinsi Lampung Uki Basuki, SKM, M.Kes mengatakan pada Tahun 2021 telah dilaksanakan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan atau Badan Litbangkes yang di Lounchingkan datanya pada tanggal 27 Desember 2021 yang lalu.

Dengan capaian angka rata-rata Stunting Nasional sebesar 24,4 persen, dan angka rata-rata stunting di provinsi Lampung sebesar 18,5 persen, sedangkan untuk kabupaten Tulangbawang sebesar 9,5% dengan demikian Kabupaten Tuba menjadi kabupaten dengan angka kejadian stunting terendah di Provinsi Lampung, dan termasuk dalam 5 besar Nasional terbaik dalam penurunan kejadian stunting yang signifikan.

“Disinilah Kebahagiaan kita bersama, khususnya Tulangbawang menjadi Kabupaten dengan capaian stunting terendah Se- Provinsi Lampung, Tutur Uki Basuki.

Baca juga :  Winarti Lantik 141 Pejabat Lingkup Pemerintah Tulang Bawang

Menurutnya pencapaian itu berkat dorongan dari lintas sektor terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan kepada sasaran melalui pendekatan Germas.

Selain itu, integrasi pelaksanaan intervensi gizi sensitif harus tetap mendukung dalam program meliputi akses air minum yang aman, akses sanitasi yang layak, akses pelayananan Keluarga Berencana (KB), akses Jaminan Kesehatan (JKN), serta akses bantuan uang tunai untuk keluarga kurang mampu (PKH).

Lanjut, masih kata dia peningkatan kinerja tim konvergensi dan percepatan penurunan stunting serta peningkatan peran dan fungsi pokjanal posyandu dan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) posyandu dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di tingkat desa, tentunya sangat di perlukan.

Ia kemukakan bahwa untuk mengetahui prevalensi stunting dengan menggunakan pemanfaatan data. Dari sample, enumeratur, bisa untuk mengetahui besaran masalah dan perencanaan kebijakan, tukasnya.

Apalagi saat ini dunia digital bisa memakai data Surveilans Gizi melalui E-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat).

Uki Basuki menginformasikan bulan Maret 2022 akan ada kegiatan Imunisasi campak rubela di Kabupaten Tulangbawang, yang sasarannya meliputi anak yang berusia 9 bulan sampai 15 tahun, Jelasnya.

Untuk itu kata dia strategi pelaksanaan nya meliputi antara lain :
1.Dinas Kesehatan, Kabupaten/kota atau puskesmas dapat mengembangkan sistem pendaftaran berbasis elektronik sederhana, contoh mempermudah pendataan sasaran dan pengaturan layanan berbasis NIK untuk memastikan seluruh sasaran terdata.

2.Bekerja sama dengan kepala desa, ketua RT/RW, guru dan kepala sekolah, kader PKK dan kader masyarakat lainnya untuk mengumpulkan data sasaran, mengindentifikasi lokasi pos imunisasi baru, menyebarkan media KIE yang berisi manfaat, lokasi dan waktu pelayanan dan kegiatan penggerakan masyarakat lainnya.

Baca juga :  Annah Kiyeh, Pesta Siang Ataw Malam Di Tulang Bawang Bakal Ditiadakan

3.Memanfaatkan layanan. Imunisasi yang telah tersedia seperti posyandu, puskesmas pembantu (pustu) dan puskesmas.

Membuka pos imunisasi baru baik dalam dan luar ruangan pada lokasi – lokasi strategis, contohnya sekolah, tempat ibadah, stadion, puskesmas keliling dll.
Seluruh tempat layanan imunisasi dapat memberikan imunisasi campak rubela bagi semua sasaran.

Melakukan promosi bulan Imunisasi campak rubela terintegrasi dengan promosi imunisasi rutin dan vaksinasi covid-19, tutupnya.

Informasi yang diterima  dari dinas kesehatan Tuba yaitu, Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas ) tahun 2018 angka kejadian stunting di Kabupaten Tulangbawang sebesar 32,49%, sedangkan berdasarkan riset nasional Studi Status Gizi Balita Indonesia, SSGBI pada tahun 2019 angka stunting Kabupaten Tulangbawang sebesar 15,39 persen.

Pada Tahun 2020 melalui program grebek stunting secara serentak di 151 Kampung, setelah dilakukan pengukuran dan pertumbuhan seluruh balita di Kabupaten Tuba, menggunakan alat standar Anthropometri Kit, dan pencatatan hasilnya diinput dalam aplikasi EPPGBM /Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat, sehingga dampak positif nya angka stunting Kabupaten Tuba pada tahun 2020 sebesar 11,17 persen.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Tuba Fatoni, S.Kep, M.Kes menyebutkan upaya penurunan stunting bukan menjadi tugas dan tanggungjawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis rumpun bidang kesehatan saja, tetapi juga merupakan tugas dari berbagai pemangku kepentingan. baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Lintas OPD dalam Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa, pihak swasta, bahkan masyarakat juga, urainya.

‘’Pengorganisasian merupakan unsur manajemen yang penting untuk memberikan arah, sehingga intervensi penurunan stunting terintegrasi bisa berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan serta evaluasi berikut review kinerja,’’ Pungkasnya.

Share :

Baca Juga

DAERAH

WInarti Ketau DPC PDIP Kabupaten Tuba Bacakan Teks Pancasila HUT PDIP Ke-49.

ADVETORIAL

Bupati Tulang Bawang Wisuda Gelar Doktor di IPDN Lulusan 3 Besar Terbaik

Tulang Bawang

Bupati Tuba Sampaikan Hasil Pembangunan 2020

Tulang Bawang

Puluhan Sopir Disidak Dan Test Urine Jelang Operasi Lilin Krakatau 2019

Tulang Bawang

Lima Kecamatan Rawan Banjir Di Tulang Bawang Bakal Di Tanggul

ADVETORIAL

Bupati Umar Ahmad Kukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah

ADVETORIAL

Bupati Tuba Lakukan Do,a Bersama Untuk Para Tenaga Kesehatan, Warga dan ASN yang Gugur Akibat Covid-19

Tulang Bawang

Amankan Misa Natal Polres Tuba kerahkan ratusan personil gabungan.
error: IZIN DULU BOSS